aku dapat senandungkan lagu
atau mengutip bait-bait sajak
untuk membuatmu tertawa
tapi ada yang lebih dari itu
: getar yang membuat gemetar
karena cinta tak pernah pudar
aku dapat menyusun kata
dalam sajak untukmu
agar kau terlihat bahagia
tapi ada yang kau tak tahu
: dalam sajakku ada perih
yang kubungkus dengan harap
pagi, 22juli08
baca selengkapnya |
No Comments »
seperti ini saja cerita kita;
akhirnya sajak juga mengakhiri semuanya
kemarin dan kemarin yang dapat menjadi cerita
telah tertelan kabut perbedaan antara kita
sementara waktu makin menggiring diri
menghampiri sepi demi sepi
bila kau amati sajak ini
pasti berbeda dengan yang dulu kutulis di sini
tinggal duka yang memaksa semua kata
untuk bicara tentang kisah kita yang usang
tinggal keringnya air mata usai isak terinjak
untuk […]
baca selengkapnya |
No Comments »
bukan cuma dirimu yang sibuk
menata hati dari irisan kata
mengeja arti dari sebuah puisi
atau sekedar berkaca pada hari
tapi aku tak bisa seperti dirimu
karena aku tak pernah tahu
berapa perih yang masih tersisa
atau masihkah ada air mata
aku tak punya kesibukan itu
karena sunyi ini saja menyeretku dalam bisu
siang,17juli08
baca selengkapnya |
No Comments »
Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSaR Malam) kembali mengundang
Anda untuk hadir dalam Sastra Rabuan (Reboan). Reboan kali ini
mengusung tema “Kenangan.” Hal ini tidak lain karena ternyata di bulan
Juli ini, ada banyak sekali peristiwa yang mengingatkan dan menggugah
beberapa perasaan dalam diri kita. Hari Anak tanggal 23 Juli nanti misalnya,
bisa saja mengingatkan kita pada serunya masa kanak-kanak […]
baca selengkapnya |
No Comments »
mengantarmu di sekolah itu
kulihat kau mengenakan biru
dan dunia bocah tergambar
dengan jelas di situ
: tawa yang membelah siang
mengantarmu kembali pagi itu
kali ini kau tak ada biru
kulihat wanita di sampingku
yang kupandang dengan bangga
: jelmaan gadisku kecilku
lalu kemarin kembali kuantar
wajah bocah masih ada
tapi telah mengenakan abu-abu
dengan rambut dikepang dua
tersadar aku akan kilatan baru
: telah kuantar kau menjemput sekeping […]
baca selengkapnya |
No Comments »
kutulis sajak ini sambil mencoba menjumlah
berapa yang telah kubuat untukmu
dan mudah saja
tinggal menambah angka demi angka
namun ketika kucoba menghitung
berapa yang telah kau berikan padaku
dari senja menjemput senja
berpuluh lembar kertas tak bisa menjumlah
sapa yang kau berikan saat itu
telah mengubah semua cerita yang kutahu
belum lagi kepingan pagi dengan tetes embun
yang kau taruh di telapak tanganku
semuanya membuat kita […]
baca selengkapnya |
No Comments »
The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 06/27/2008 10:06 AM | City
Jakarta poets celebrated Wednesday night the city’s anniversary through poetry readings and performances at Warung Apresiasi in Bulungan, South Jakarta.
The event, called Sastra Rabuan (Literary Wednesday), has been held every Wednesday this month and is organized by Paguyuban […]
baca selengkapnya |
No Comments »
jaring kepedihan kau lempar
di jejak siang
dengan catatan akan waktu
yang membisu
hingga sapa tak terdengar
pagi, 04juli08
baca selengkapnya |
No Comments »
guliran embun di pucuk kenanga
menetesi kata-kata yang termangu
yang mungkin sering kau temukan
sejenak kau kagumi, kadang kau maki
karena memberimu ragu dalam langkah
lelaki dengan kelopak mawar di matanya
tetap menanti dalam harap
kakinya menapak tanah becek
usai gerimis tak henti semalam
yang menemaninya dalam senyap
cobalah kau raba embun itu
dengan pucuk jemarimu
lalu rasakan sentuhan sisa dinginnya
yang tak pernah berubah
yang tetap menjaga hati
sembari […]
baca selengkapnya |
No Comments »
sebenarnya menyambut malam
ada acara sederhana saja
: aku ingin menyimpan tanya
yang iringi gelisah sepanjang hari
tapi hanya sebentar saja terpejam
kata-katamu tiba dengan belati tajam
mencabik-cabik tanpa pedulikan tidak
yang aku ucap dan minta
dalam bisik usai lenyap semua teriak
andai bisa digambarkan padamu
akan cinta yang begitu dalam
dan tak pernah diam
andai kau mau dengarkan sejenak
ketukan hujan di jendela
menyapa keraguan yang sering tiba
tapi […]
baca selengkapnya |
1 Comment »