jejakmu ada di timbunan daun kering
saat kaki sang waktu menginjaknya
kudengar gemertak ranting yang nyaring
ku menggigil dalam kangenku
kujumputi satu satu jejakmu
di tanah basah yang dicumbu embun
kudapati telapak kaki mungilmu
dan aku terisak mengingatmu
jejakmu kudapati dalam ruang jiwaku
berdampingan dengan luka
yang terus membiru di semua sudut
tak bisa kusingkirkan
dan hanya kematian yang akan mendiamkan
kugenggam jejakmu
kurogoh jantungku
kulekatkan di situ: aku diam membisu
priok,06 juni 21
duatahun pergimu,bidadariku