natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Jun
30th

Belajar Risih, Dipanggil Pak Guru

Files under PUISI | Posted by blue4gie

Seorang penyair berkata, bahwa dia tersipu ketika aku memanggilnya ‘pak guru’. Dia bilang, ilmuku belum setaraf Joko Pinurbo atau Sapardi Djoko Damono. “Dipanggil pak guru, aku jadi malu,”komentarnya.

Aku tetap ngotot dan berkata,”Soal guru bukanlah dilihat dari angka usia. Tapi soal ilmu. Mereka yang berilmu tinggi, adalah guru. Tinggal, apakah guru-guru ini mau berendah hati membagi ilmunya atau tidak? Jangan-jangan malah enak-enak bertahta di menara gading?
Kali ini sang pak guru tak bisa berkata. Dia diam saja. Seperti wanita, diam-nya dia berarti iya.

Begitulah, dalam berpuisi. Sebanyak mungkin menimba ilmu dari banyak guru. Sapalah mereka, ajaklah bicara tanpa sungkan, grogi atau ragu. Mereka yang mau berbagi, dan punya tanggungjawab secara moril sebagai ’senior’, pastilah dia akan bagi ilmu. Misalnya, Hasan Aspahani yang juga dipanggil Gunji alias Gunung Jiwa. Dia dengan senang hati membagi ilmunya. Setidaknya, bisa dilihat di blognya yang sarat dengan ilmu (www.sejuta-puisi.blogspot.com). Bahkan, dia dengan senang hati diajak bicara, diskusi tentang banyak hal saat chat, atau ditelpon.

Menurut pak guru satu ini, yang sehari-hari Wakil Pemimpin Redaksi Batam Pos, banyak yang kirim sms atau email bertanya soal puisi. “Paling isteri awalnya cemburu, kok ada sms-sms masuk terus,”katanya terkekeh.
Hal serupa juga dilakukan oleh Joko Pinurbo. Dia bertutur kepadaku,”Kadang, aku balas juga sms dari mereka yang bertanya macam-macam, sebisaku sesuai dengan waktu yang ada,”.

Aku ingat guruku di SMA, pak Supardi namanya. Dia tidak hanya mengajar sejarah (pelajaran favoriteku), tapi juga ilmu ukur, geografi dan lainnya. Luar biasa, guru jaman dulu. Bahkan kalau berkunjung ke rumahnya, dengan senang hati dia akan diajak diskusi banyak hal. Ah…guru jaman sekarang adakah seperti itu?

Jadi, tak salah jika disebut dalam kitab suci’kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina,’ yang bisa diartikan, kita kejar ilmu dari para guru sastra kemana saja. Seperti pernah kulakukan, bertemu TS Pinang di rumahnya yang sederhana saat aku di Yogya. Lalu tengah malam bertamu ke tempat Joni Ariadinata untuk berbincang dengannya tentang antologi.

Pernah ngobrol dengan Gunji. Dia bilang,’wah risih aku dipanggil pak guru’.
Sikap rendah hati dari seorang Hasan, yang karyanya bertebaran dimana-mana.

priok,06 juni 30

You must be logged in to post a comment.