sebuah buku bersampul kusam
tergeletak di sampingmu
tak tebal untuk dibaca
tak berat dimasukkan kemeja
buku itu tercetak dari jiwa
kejujuran ada di tiap halaman
ketulusan menjadi gambarnya
kesungguhan dalam babnya
tanpa kata pengantar
apalagi sambutan tokoh terkenal
tiap halaman mampu bercerita
tentang isi hati seorang lelaki
sebuah buku tergeletak di situ
sampulnya selalu kau lihat
seraut wajah lelaki sederhana
yang selalu hadir dalam mimpimu
lbbulus,31 07 06
baca selengkapnya |
No Comments »
ada damai yang tak bisa kuberi nama
saat bersamamu
12 07 06
baca selengkapnya |
No Comments »
dalam sakit berbaring saja
sajakmu tiba jelang senja
kisah penantian
terbalut harapan
kata-kata yang selalu sama
tak pernah bosan dibaca
ada kujujuran ada ketulusan
terkata secara sederhana
dalam sakit karena nyeri
aku teringat tuturmu
akan garis pantai
tempat kita melangkah
menanti ombak menghampiri
dan kita sama tahu
itu bukanlah sekedar mimpi
lbbulus,310706
baca selengkapnya |
No Comments »
Kebebasan berekspresi ini juga merupakan keunggulan penting internet, meskipun bagi sekalangan pengamat justru membuat internet tampak seperti “truk besar” atau bahkan “tong sampah” bagi karya-karya yang ditolak oleh redaktur koran. Komentar yang terdengar agak sinis begini muncul karena mereka masih berpegang pada nilai-nilai estetik konvensional yang nota bene dibentuk oleh media cetak selama ini. Saya [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Puisi merupakan pergulatan terus-menerus untuk menghapuskan kesehari-harian kata-kata, untuk merongrong kewajaran dan kebiasaan makna kata-kata dan gabungan semantiknya. Pergulatan demi deotomatisasi bahasa, khususnya deotomatisasi makna kata.
(A.Teeuw dalam buku “Tergantung Pada Kata” hal.142, Pustaka Jaya edisi I th.1980. Judul oleh Gie)
baca selengkapnya |
No Comments »
ketika mencumbu sajak
yang kau kirimkan padaku
kata-kataku mendadak hilang
larut dalam sajakmu
tinggal rasa yang tersisa
di larut malam
ditemani sajakmu yang dalam
bergeletar aku karenanya
dan kamu tahu itu apa
: cinta kita
lbbulus,300706
baca selengkapnya |
No Comments »
dimatamu kutemukan indah
bukan sekedar tatapan
tapi juga guratan
puisi
debar yang berkibar
harap berderap
diam dalam-dalam
dimatamu kutemukan bara
percikan api yang padam
dalam terpaan angin gigil
hangat dalam tatapmu
kerjap matamu
gairahkan hidupku
lbbulus, 31 07 06
baca selengkapnya |
No Comments »
: Lebanon
rudalmu sekedar menghancurkan
gedung dan rumah
entah berapa jiwa terbang dengan sia-sia
juga terusir manusia dari rumahnya
kejimu sekedar takutmu
takkan usir semangat
takkan lumat harapan
waktu akan berperan
beribu bom kau tebarkan
hingga langitpun jengah
tapi takkan bisa kau musnahkan
apa yang disebut kemanusiaan
buasmu hanya sementara
akan terberai derita manusia
tertimbun pilu teriak
dan kau akan terlindas
oleh sejarah
lbbulus, 31 07 06
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh : A.Teeuw
Dalam membaca sajak kita selalu menghadapi keadaan yang paradoksal. Pada satu pihak sebuah sajak atau lebih luas sebuah karya sastra atau karya seni umumnya, merupakan keseluruhan yang bulat, yang berdiri sendiri, yang otonom dan yang boleh dan harus kita pahami dan tafsirkan pada sendirinya; sebuah dunia rekaan yang tugasnya hanya satu saja : [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
sementara engkau nikmati sakitmu
sambil berbaring menyantap buku
kenangkanlah kisah Juni
saat kita merajut cerita sendiri
sergah apa yang kita terima
tak mudah menjawabnya
relung hati tersergap
tercenung kita mencoba tanggap
sementara kutulis sajak ini
dengan kepulan rokok yang tak henti
kurenungkan juga kasihmu
yang lebih suka kau tabur dalam sajakmu
kata-kata tak kan bisa ungkap perasaan
wanita lebih suka diam
pandang mata, gerak tubuh dan sentuhan
lebih berarti dari [...]
baca selengkapnya |
No Comments »