sebuah buku bersampul kusam tergeletak di sampingmu tak tebal untuk dibaca tak berat dimasukkan kemeja buku itu tercetak dari jiwa kejujuran ada di tiap halaman ketulusan menjadi gambarnya kesungguhan dalam babnya tanpa kata pengantar apalagi sambutan tokoh terkenal tiap halaman mampu bercerita tentang isi hati seorang lelaki sebuah buku tergeletak di situ sampulnya selalu kau [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
ada damai yang tak bisa kuberi nama saat bersamamu 12 07 06
baca selengkapnya |
No Comments »
dalam sakit berbaring saja sajakmu tiba jelang senja kisah penantian terbalut harapan kata-kata yang selalu sama tak pernah bosan dibaca ada kujujuran ada ketulusan terkata secara sederhana dalam sakit karena nyeri aku teringat tuturmu akan garis pantai tempat kita melangkah menanti ombak menghampiri dan kita sama tahu itu bukanlah sekedar mimpi lbbulus,310706
baca selengkapnya |
No Comments »
Kebebasan berekspresi ini juga merupakan keunggulan penting internet, meskipun bagi sekalangan pengamat justru membuat internet tampak seperti “truk besar” atau bahkan “tong sampah” bagi karya-karya yang ditolak oleh redaktur koran. Komentar yang terdengar agak sinis begini muncul karena mereka masih berpegang pada nilai-nilai estetik konvensional yang nota bene dibentuk oleh media cetak selama ini. Saya [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Puisi merupakan pergulatan terus-menerus untuk menghapuskan kesehari-harian kata-kata, untuk merongrong kewajaran dan kebiasaan makna kata-kata dan gabungan semantiknya. Pergulatan demi deotomatisasi bahasa, khususnya deotomatisasi makna kata. (A.Teeuw dalam buku “Tergantung Pada Kata” hal.142, Pustaka Jaya edisi I th.1980. Judul oleh Gie)
baca selengkapnya |
No Comments »
ketika mencumbu sajak yang kau kirimkan padaku kata-kataku mendadak hilang larut dalam sajakmu tinggal rasa yang tersisa di larut malam ditemani sajakmu yang dalam bergeletar aku karenanya dan kamu tahu itu apa : cinta kita lbbulus,300706
baca selengkapnya |
No Comments »
dimatamu kutemukan indah bukan sekedar tatapan tapi juga guratan puisi debar yang berkibar harap berderap diam dalam-dalam dimatamu kutemukan bara percikan api yang padam dalam terpaan angin gigil hangat dalam tatapmu kerjap matamu gairahkan hidupku lbbulus, 31 07 06
baca selengkapnya |
No Comments »
: Lebanon rudalmu sekedar menghancurkan gedung dan rumah entah berapa jiwa terbang dengan sia-sia juga terusir manusia dari rumahnya kejimu sekedar takutmu takkan usir semangat takkan lumat harapan waktu akan berperan beribu bom kau tebarkan hingga langitpun jengah tapi takkan bisa kau musnahkan apa yang disebut kemanusiaan buasmu hanya sementara akan terberai derita manusia tertimbun [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh : A.Teeuw Dalam membaca sajak kita selalu menghadapi keadaan yang paradoksal. Pada satu pihak sebuah sajak atau lebih luas sebuah karya sastra atau karya seni umumnya, merupakan keseluruhan yang bulat, yang berdiri sendiri, yang otonom dan yang boleh dan harus kita pahami dan tafsirkan pada sendirinya; sebuah dunia rekaan yang tugasnya hanya satu saja [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
sementara engkau nikmati sakitmu sambil berbaring menyantap buku kenangkanlah kisah Juni saat kita merajut cerita sendiri sergah apa yang kita terima tak mudah menjawabnya relung hati tersergap tercenung kita mencoba tanggap sementara kutulis sajak ini dengan kepulan rokok yang tak henti kurenungkan juga kasihmu yang lebih suka kau tabur dalam sajakmu kata-kata tak kan bisa [...]
baca selengkapnya |
No Comments »