berdua kita nikmati
tusuk demi tusuk
potongan ketupat
dan bumbu yang nikmat
rambut panjangmu
berkelok seperti perjalanan
lebatnya tak beda dengan luka
yang menyelimuti jiwaku
lebih dari sepuluh tusuk
kau nikmati dalam lahap
aku kembali menatap
dalam sedih menusuk
perlahan beranjak
‘kenyang,’ katamu tertawa
aku turut tertawa
dalam perih menyesak
lbpagi,31 08 06
Fri Sep 1, 2006 6:38 am
entah lidah atau hati
yang kau tusukkan pada runcing ujung tajammu
mungkin hanya daging yang terkoyak
ternikmati pada panasnya bumbu yang semisal coklat
cuma hati yang menjangkau rasa
dimana tersandingkan nikmat sebuah tatapan yang terkunyah
beralaskan senyum yang berbungkus gundah
dan dua raga ‘kenyang’ pada rasa yang berbeda
Doel
( begitukah Om Jo suasananya……….. kapan kapan ajak2 aku makan
sate Padang nya, aku ada tempat sate Padang enak lo.. siapa tahu
suasana hatinya bisa lebih berwarna… )
You must be logged in to post a comment.