natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Oct
31st

Pamuk dan Wajah Muram Turki

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

Sosok&Koleksi Orhan Pamuk meraih Nobel Sastra karena kepiawaiannya memotret sisi kelam wajah ganda Turki. Di kota mana pun, tulis Tolstoy dalam satu cerita pendeknya, kegembiraan selalu berwajah sama. Namun, wajah muram sebuah kota memiliki aromanya sendiri-sendiri. Di Istanbul, Turki, Orhan Pamuk menyebut wajah muram itu huzun. Selubung kabut tebal yang menyumbat seluruh kota karena napas [...]

Oct
30th

Sastra Tumbuhkan Empati – Festival Ledalero Pacu Anak Muda-

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

Maumere, Kompas – Sastra dan kesenian mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan empati dalam diri seseorang guna merasakan apa yang dialami atau yang sedang terjadi di luar kelompoknya. Sastra juga memiliki kekuatan memberikan pencerahan dalam kehidupan politik, mendorong tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan demokratis.”Sentuhan sastra dan kesenian mampu memberikan makna lebih mendalam dan [...]

Oct
30th

Kutub Estetik Dua Penyair

tertoreh sebagai Naskah, PUISI | Leave a Comment

Oleh: Putu Fajar Arcana Barangkali lebih dari tiga dekade, WS Rendra sebagai penyair dan pembaca puisi hidup menjadi mitos di kepala kita. Mitos membuat manusia penyair yang hidup sesudahnya rikuh, salah tingkah, kehilangan inspirasi, dan akhirnya harus tunduk sebagai epigon. Selubung ”besi” mitos itulah yang harus ditembus dua penyair Joko Pinurbo (Yogyakarta) dan Warih Wisatsana [...]

Oct
30th

Acep, ”Pertemuan Kecil”, dan Hadiah Sastra

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

Oleh SONI FARID MAULANA TUMBUH dan berkembangnya penciptaan puisi di negeri ini, diakui atau tidak, nyatanya tidak bisa lepas dari peran penting media massa cetak, baik koran maupun majalah, yang menyediakan halamannya secara khusus untuk rubrik puisi. Rubrik tersebut biasanya diasuh oleh orang yang mempunyai perhatian serius terhadap puisi. Beberapa majalah yang hingga kini masih [...]

Oct
29th

Selalu Mengganggu

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

hari-hari yang kupikir cepat berlalu seperti perjalanan keluar kota tidur lelap akan hapus lelah mata bening dua wajah tenggelamkan pesona rembulan seperti berkata dan meminta ‘puisi yang telah kau cipta jangan hanya jadi tulisan belaka cinta yang kau guratkan jangan hanya jadi katakata semata’ tatap mata menghujam runtuhkan angkuh ribuan sinis yang telah kurajut perlahan [...]

Oct
23rd

Warna Lokal dalam Sastra Indonesia Mutakhir

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

WACANA Bagian Pertama dari Dua Tulisan Dad Murniah Peneliti Pusat Bahasa Warna lokal sering lebih dipahami sebagai sesuatu yang statis dan berdimensi keruangan. Dalam operasionalisasinya warna lokal diperlakukan sebagai bagian dari struktur karya sastra, khususnya sebagai salah satu aspek dari seting, atmosfer, dan penggunaan bahasa. Sebagai bagian dari latar fisik dan ruang, warna lokal dikaitkan [...]

Oct
22nd

Sensasi, Asumsi, dan Sastra

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

Oleh : Wilson Nadeak Sensasi, yang boleh jadi timbul dalam seketika, adalah rangsang detik terhadap indera yang membawa seseorang kepada pengembaraan bayang- bayang perasaan dan penghayatan. Hal-hal yang sudah lama diketahui secara intelektual tiba-tiba merangsang sudut perasaan, dan membawanya hanyut ke dalam pengembaraan imajinasi. Pikiran-pikiran kreatif bermunculan sesuai dengan intensitas pengalaman sensoris. Ada kepekaan tertentu [...]

Oct
22nd

Hingga Lupa

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: dedy triyadi lengkung garis tak rata tergores dalam malam resah lengkung hidup tak ramah tergurat dalam tatih langkah berlembar kertas diam gagu di ruang tamu itu tanganmu tak mau kalah ikut kelu gambar belum juga selesai puluhan puisi telah rampung terdampar di rak buku di celah majalah usang ‘galau ini belum usai’ gerutumu lalu [...]

Oct
20th

Tidaklah Cukup Diurai

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: joko pinurbo tepukan di pundak dari teman lama di Yogya dan senyum sederhana lebih dari apapun juga duka yang mengalir suka yang terbagi tidaklah cukup diurai dalam seribu syair saat perih menancap terawang mata mengucap adakah yang lebih pedih bagi seorang lelaki meski hidup terlindas akan waktu yang belum lunas simpan saja pahitmu di [...]

Oct
20th

Ketika Tersadar

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

Ketika Tersadar ketika bertanya pastilah kujaga seksama biar kata-kata bijak kaki tetap berpijak pada kenyataan hidup yang tak mudah diterka ketika memandang akan mencoba melihat dengan banyak mata terutama mata hati karena itulah cermin diri yang tak bisa dimanipulasi ketika bertanya menjaga lidah tak liar jika perlu biar kelu lebih baik begitu daripada timbulkan pilu [...]