: gunji & marjuki lelah menyengat usai kunyah kalah dan tawa yang entah sembunyi dimana lalu ada sapa yang tak pasti tibanya tapi bisa dinikmati seperti kumpulan puisi setidaknya pertemanan membuat beban lebih tertahan tolpagi, 30 11 06
: gunji & marjuki lelah menyengat usai kunyah kalah dan tawa yang entah sembunyi dimana lalu ada sapa yang tak pasti tibanya tapi bisa dinikmati seperti kumpulan puisi setidaknya pertemanan membuat beban lebih tertahan tolpagi, 30 11 06
Sajak Jeng Anin : buat kang Yo juga (ditulis menjelang hari H-nya kang Yo) makin dekat makin nadi berdenyut makin dingin keringat menyentuh kulit. waktu: hari, jam, menit, detik makin menipis jelang waktu saat puisimu kan berpendar lewat bibir dan nafas mereka ada apa di balik lengkung alis matamu? binar kata? duka aksara? akh…siapa tahu [...]
: nanang suryadi telah kau alamatkan puluhan puisi pakai kilat khusus katamu dengan serius tiba juga dengan selamat honor dari media biar tak seberapa cukup untuk angkat nama dan bayar kontrak rumah telah kau alamatkan sebuah nama kali ini tanpa puisi bagi dunia ini puisi kongkrit katamu sambil tersenyum sambil berharap dunia ikut maklum telah [...]
Sajak Bintang Kurnia kepakan sayap patah dari lelaki yang sakit parah dia kehilangan buah hatinya, pincang kini berjalan melewati waktu mencoba terus menguntai kata untuk menghibur jiwa namun gelap tak tinggalkan hatinya. CIN 27NOV’06
Sajak Bintang Kurnia Tatapmu tajam menukik mengiringi tangisan sang bayu jiwamu hancur berkeping terserak bagai buliran pasir bergolak melawan waktu ingin kurobek napasmu ketika jemari ini dapat menggenggam bara merasakan kepedihan masa-masamu yang lalu sadarlah pak,anakmu telah tiada cukupkan waktumu membelainya dengan doa CIN 27NOV’06
Saya pikir ketika memberikan sambutan sebagai pengarang pada launching ‘Di Lengkung Alis Matamu’, 25 November 2006 lalu, itu adalah bagian yang paling sulit dilakukan. Pertama, kok seperti pejabat berikan sambutan. Kedua, saya orang yang tidak suka formalitas kaku dan basa- basi. Ketiga, badan rasanya remuk (stress ditambah kurang tidur, jam 04.30 menjemput TS Pinang, Cak [...]
Sajak Sahlul F :buat cak Yo pintu-pintu itu kau buka satu-satu tubuh-tubuh yang kubayangkan melayang membentuk lekuk nyata semula semua semu muncul lembut tanpa padah dan nada dari engkaulah lahir rencana naluri riuh untaian nafasku yang terpapas menghitung gemintang tersandar di angkasa tanpa ruas satu-satu cahaya gemintang itu kuseka keringatnya hingga putih pembalutnya terlintas jelas. [...]
lalu luka apa yang kau seret di langkahmu bukannya senyum pagi yang mengiringi kemarin masih ada tawa saat cinta urung pisah semalam masih ada sapa dari bulan yang terus mencumbu pagi yang gundah terseok langkah di jalanan berbatu yang makin parah dan berdebu namun langkah tak surut meski dengan berkerut seperti jiwa yang tak boleh [...]
AW: [*Apresiasi-Sastra*] Re: Terima Kasih Mas Yo 2 ( Launching yang seru!) asyiiik…. tradisi yang terus berjejak…… salam ss —-sama dengan mbak fenty, aku jg tdnya niat bgt mau dateng. nyesel bgt deh krn ada suatu sebab jadi ga bisa dtg.. mnurut kabar, seru bgt acaranya. para public figure baik di milis maupun di dunia [...]
Oleh : Cak Bono Thanks Mas Yo dan Buma, Terus terang saya bangga bisa menghadiri launching Mas Yo di MP Book sabtu malam minggu silam. Bisa dikatakan bertemu dengan para mania puisi adalah merupakan kesempatan yang langka.Sungguh para Buma menyambut saya bak saudara, dan terutama the ladies yang uhuy-uhuy banget dan hangat. Disamping saya bertemu [...]