natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Nov
30th

Setidaknya Pertemanan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: gunji & marjuki
lelah menyengat
usai kunyah kalah
dan tawa yang entah
sembunyi dimana
lalu ada sapa
yang tak pasti tibanya
tapi bisa dinikmati
seperti kumpulan puisi
setidaknya pertemanan
membuat beban
lebih tertahan
tolpagi, 30 11 06

Nov
30th

“Detik-detik menjelang”

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Sajak Jeng Anin
: buat kang Yo juga (ditulis menjelang hari H-nya kang Yo)
makin dekat
makin nadi berdenyut
makin dingin keringat menyentuh kulit.
waktu:
hari, jam, menit, detik
makin menipis
jelang waktu saat puisimu kan berpendar
lewat bibir dan nafas mereka
ada apa di balik lengkung alis matamu?
binar kata?
duka aksara?
akh…siapa tahu rahasia hati di balik puisi?
biar saja puisimu mengembara
bersama pikiran dan imajinasi mereka
(buat kang [...]

Nov
30th

Telah Kau Alamatkan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: nanang suryadi
telah kau alamatkan
puluhan puisi
pakai kilat khusus
katamu dengan serius
tiba juga dengan selamat
honor dari media
biar tak seberapa
cukup untuk angkat nama
dan bayar kontrak rumah
telah kau alamatkan
sebuah nama
kali ini tanpa puisi
bagi dunia
ini puisi kongkrit
katamu sambil tersenyum
sambil berharap
dunia ikut maklum
telah kualamatkan
puisi yang tak kongkrit
sudahkah kau terima?
tolpagi,30 11 06

Nov
29th

Sayap patah

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Sajak Bintang Kurnia
kepakan sayap patah dari lelaki yang sakit parah
dia kehilangan buah hatinya,
pincang kini berjalan melewati waktu
mencoba terus menguntai kata untuk menghibur jiwa
namun gelap tak tinggalkan hatinya.
CIN 27NOV’06

Nov
29th

Hancur berkeping

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Sajak Bintang Kurnia
Tatapmu tajam menukik
mengiringi tangisan sang bayu
jiwamu hancur berkeping
terserak bagai buliran pasir
bergolak melawan waktu
ingin kurobek napasmu
ketika jemari ini dapat menggenggam bara
merasakan kepedihan masa-masamu yang lalu
sadarlah pak,anakmu telah tiada
cukupkan waktumu membelainya dengan doa
CIN 27NOV’06

Nov
29th

Catatan Yo : Dalam Terima Kasih

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Saya pikir ketika memberikan sambutan sebagai pengarang pada launching ‘Di Lengkung Alis Matamu’, 25 November 2006 lalu, itu adalah bagian yang paling sulit dilakukan. Pertama, kok seperti pejabat berikan sambutan. Kedua, saya orang yang tidak suka formalitas kaku dan basa- basi. Ketiga, badan rasanya remuk (stress ditambah kurang tidur, jam 04.30 menjemput TS Pinang, Cak [...]

Nov
29th

Semula Semua Semu

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Sajak Sahlul F
:buat cak Yo
pintu-pintu itu kau buka satu-satu
tubuh-tubuh yang kubayangkan melayang
membentuk lekuk nyata
semula semua semu
muncul lembut tanpa padah dan nada
dari engkaulah lahir rencana
naluri riuh untaian nafasku yang terpapas
menghitung gemintang tersandar di angkasa
tanpa ruas
satu-satu cahaya gemintang itu kuseka
keringatnya hingga putih pembalutnya
terlintas jelas.
Manggarai, 27 Nopember 2006 02:15

Nov
29th

Luka Apa

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

lalu luka apa
yang kau seret di langkahmu
bukannya senyum pagi
yang mengiringi
kemarin masih ada tawa
saat cinta urung pisah
semalam masih ada sapa
dari bulan yang terus mencumbu
pagi yang gundah
terseok langkah
di jalanan berbatu
yang makin parah
dan berdebu
namun langkah tak surut
meski dengan berkerut
seperti jiwa
yang tak boleh mengerut
tolpagi, 10 11 06

Nov
29th

Komentar dari milis Apresiasi Sastra

tertoreh sebagai Berita, PUISI | Leave a Comment

AW: [*Apresiasi-Sastra*] Re: Terima Kasih Mas Yo 2 ( Launching yang seru!)
asyiiik….
tradisi yang terus berjejak……
salam
ss
—-sama dengan mbak fenty, aku jg tdnya niat bgt mau dateng. nyesel bgt deh krn ada suatu sebab jadi ga bisa dtg.. mnurut kabar, seru bgt acaranya. para public figure baik di milis maupun di dunia nyata pada nongol. maaf ya [...]

Nov
29th

Re: Terima Kasih Mas Yo 2 ( Launching yang seru!)

Oleh : Cak Bono
Thanks Mas Yo dan Buma,
Terus terang saya bangga bisa menghadiri launching Mas Yo di MP Book sabtu malam minggu silam. Bisa dikatakan bertemu dengan para mania puisi adalah merupakan kesempatan yang langka.Sungguh para Buma menyambut saya bak saudara, dan terutama the ladies yang uhuy-uhuy banget dan hangat.
Disamping saya bertemu beberapa rekan apsaser: [...]