natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Nov
29th

Catatan Yo : Dalam Terima Kasih

Files under Pandang | Posted by blue4gie

Saya pikir ketika memberikan sambutan sebagai pengarang pada launching ‘Di Lengkung Alis Matamu’, 25 November 2006 lalu, itu adalah bagian yang paling sulit dilakukan. Pertama, kok seperti pejabat berikan sambutan. Kedua, saya orang yang tidak suka formalitas kaku dan basa- basi. Ketiga, badan rasanya remuk (stress ditambah kurang tidur, jam 04.30 menjemput TS Pinang, Cak Bono dan Gita (yang kereta apinya
telat sampai 3 jam dari Surabaya, jadilah mereka berduaan sampai kenyang) di Gambir, lalu menjemput Joko Pinurbo ke Cengkareng). Tapi memang itu harus. Kata Jokpin dan TS Pinang, sesaat sebelum meninggalkan teras rumah ke lokasi ‘Lha, kamu kan pengantinnya. Mesti bicara.’

Teman-teman Apsas, Bunga Matahari dan semua relasi tumplek di tempat itu. Jalannya acara yang mengalir entak tentu ini tak lepas dari ‘ulah’ Mas Kef yang dengan piawainya menjadi MC dibantu Asmaranala yang ketularan nyeletuk (makan pun kurang saking konsennya ke acara).
Klimaksnya, Ikke Nurjannah membaca puisi penuh perasaan. Semua yang hadir hanyut dalam kedalaman perasaan penyanyi cantik ini.

Acara selesainya sih jam 22.00 kurang, tapi yang namanya penyair saat bertemu, pastilah diskusi seru yang muncul. Maka di MP Book, ada sampai 4 (atau lebih) lingkaran diskusi. Sampai jam 11 diskusi ini. Entah apa yang didiskusikan, saya tidak ikut, karena sibuk mengantar dan mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang luar biasa perhatiannya. Relasi yang tak kenal puisi, malam itu mengenalnya, dan saya berharap mereka akan lebih merindukannya kembali.

Lalu ada kiriman bunga segala, ucapan selamat dari teman lama yang sekarang jadi petinggi parpol dan DPR. Baru sekali ini dapat kiriman segede itu, ….dan bingung dibawa pulang karena mesti sewa mobil, gak dibawa sayang. Jadilah tempat mejeng berfoto bersama. Oh ya, foto-foto acara bisa dilihat di www.blue4gie.multiply.com, bagi yang ingin tahu suasananya (baru sebagian diupload).”Baru sekali ini aku ikut acara
launching buku puisi sampai jam 1 malam,” kata Jokpin dengan gaya khasnya.

Hari Minggu, seharian keluar rumah di tengah letih yang masih
menyengat. Menengok salah satu teman yang sakit dan mengantar Jokpin serta TS Pinang ke bandara. Di sana, diskusi ternyata lebih lama, karena pesawat TS Pinang delay dua jam. Jadilah kami bersama Cak Bono, Gita dan Milla ikut larut dalam obrolan sana sini. Gita dan Cak Bono lalu memisahkan diri naik bus Damri. (Gita ke Bekasi, Cak Bono ke Depok).

Senin dan Selasa pergi ke Lampung, ada tugas kantor. Cari tahu dari teman, apa yang update dari Apsas. Dan rasa penasaran makin tambah, ketika Dedy dan Hasan Aspahani beritahu banyaknya respon dan komen dari teman-teman Apsas. Dalam letih yang begitu betah di badan, Selasa
tengah malam saya online dan buka Apsas…..lalu termangu. Tak bisa berkata.

Cak Bono yang galak (tapi ancene hebat sampeyan) saat buka kelas, membuat laporan dan cerita bersama Jokpin. Endah yang alis melengkung juga (kalo rata kan pakai penggaris), puisi dari Akmal dan Urip, rasa sesal dari teman-teman yang tak bisa hadir (karena acara bareng, sibuk dan….gak tahu jika bakal meriah), ucapan selamat di milis, sms hingga email dari Tanjung Pinang sampai Malaysia, Hong Kong (Mega, Safitri terimakasihku) dan Brunei.

Seharian ini, saya tak tahu harus menulis apa terhadap semua ini. Ucapan terima kasih lewat sms atau telpon, tak akan cukup terhadap segala perhatian itu. Akhirnya, saat kantor sudah sepi, jadi juga tulisan ini.

Dan sambil tetap merasakan hangatnya salam dari semua teman, saya ingat ucapan Joko Pinurbo saat hendak pulang dari MP Book Point “Yo, acaramu gayeng”. Begitu juga kata TS Pinang,”Gak nyangka, sukses. Apalagi pakai ucapan selamat dengan karangan bunga segala.”.

Dan perhatian serta sayang dari teman-teman Apsas, Bunga Matahari, Fordisastra, Puisi.net, milis-milis sastra lainnya ternyata tak kalah gayeng-nya dengan segala pernik acara yang telah ada. Terima kasih.
Semoga saya tetap terus menunduk, melihat jejak di tanah, di tengah bahagia atas semuanya.

Salam puisi,

Yo

gayeng = ramai, meriah

You must be logged in to post a comment.