“Kenapa memilih puisi sebagai ekspresi karya? Apakah yakin lewat puisi ini akan berhasil berkarier sebagai penyair? Bukankah sastra bukan pilihan untuk masa depan? Pemilihan diksi yang baik itu bagaimana? Apa peran kritikus sastra bagi seorang penyair?” Berondongan pertanyaan itu muncul saat berlangsung Perbincangan Sastra antara para pelajar Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) dengan penyair Joko Pinurbo [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Penyair Joko Pinurbo dan Johanes Sugianto Kunjungi Tribun Perhelatan Bintan Art Festival Tanggal 28- 29 Desember nanti di Tanjungpinang bakal seru. Pasalnya dua penyair asal Pulau Jawa, Joko Pinurbo dan Johanes Sugianto memastikan ikut tampil dan masing-masing akan membacakan lima puisi dalam waktu yang ditentukan sekitar 15 menit. Joko Pinurbo yang akrab disapa Mas Jopin [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
di meja yang sama kuhirup kembali jejak kita seperti tanah dicumbu gerimis sepuluh tusuk sate, es teh dan lelah usai percintaan kita yang manis hanya kini aku sendiri menikmati semua itu dengan rokok yang kesekian yang lunas kuhisap sambil mengunyah rindu yang terus merayap berapa lama nanti ini? bersamamu dengan hidangan yang sama seperti sentuhan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
memang sepi kotamu hanya gerimis dan lampu jalanan yang muram kususuri dalam diam rokok kusedot dalam untuk coba usir tanya yang menyelinap tiba-tiba apakah ini suatu isyarat akan esok bagi kita memang letih perjalanan ini namun aku telah memilih tjpinang, 28 12 06
baca selengkapnya |
No Comments »
pantung-pantun kulihat berenang tak beraturan di gelombang saat kapal menuntunku menyentuh tanjung pinang di kota yang basah dan hujan tak henti menyapa kucarapi adakah pantun di jalanan namun senyap saja yang mengalun perlahan kutanya pada payung hijau yang kupinja dari gadis cantik dijawabnya dengan malas ‘pantun-pantun telah disembunyikan di laci-laci birokrasi tunggu saja hadirnya nanti’ [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
pohon yang berderet sepanjang sisi jalanan aspal yang membisu diterpa hujan sore menemani lelakimu yang rindu apakah rimbunan hijau ini akan kulihat lagi jika aku kembali apakah rindumu tetap ada untukku meski bentang waktu dan jarak terasa pilu jika nanti pepohonan itu tak lagi lebat dan renggas biarkan saja karena itu tingkah manusia jangan cintamu [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
dalam getar gelombang di bangku kapal tak bisa kuusir bening matamu yang selalu bayangiku aku pulang untuk perjalanan baru kuambil semua buku dan kenangan di seberang sana akan kubawa nanti buatmu jika nanti aku kembali diantar gelombang rindu nantikan aku seperti dulu lautpulang, 30 12 06
baca selengkapnya |
No Comments »
laut ini tak amis kuhirup uap rindu yang terbawa angin dan rinai gerimis penuh ruang jiwa ini saat rindu menyusup berdiam dalam enggan yang berkarat bayangmu kudekap erat menabur rinduku pada mendung di awan biar segera tiba lalu kau sesap perlahan dalam tarikan nafasmu lautpulang, 30 12 06
baca selengkapnya |
No Comments »
NAMA Ike Nurjanah tentu tak asing bagi penggemar lagu dangdut di tanah air. Tetapi, malam Minggu 25 November 2006 yang lalu, Ike di MP Book Point Jakarta Selatan tidak menyanyi satu lagu pun. Ia hadir untuk sahabatnya, Johannes Sugianto, yang meluncurkan buku antologi puisi berjudul “Di Lengkung Alis Matamuâ€. Di antara para penggemar sastra, khususnya [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh : Hasan Aspahani 1. Sapardi Djoko Damono, Karya dan Dunianya, Bakdi Soemanto, Grasindo. Pedoman yang bagus untuk memahami sosok Sapardi dan kemudian menikmati karya-karyanya. 2. Filosofi Kopi, Dee, GagasMedia. Karya-karya lama Dee dalam kurun 10 tahun. Ketika diterbitkan jadi mengerti untuk sampai ke Supernova, Dee tidak menempuh jalan pintas yang instan. 3. Di Lengkung [...]
baca selengkapnya |
No Comments »