di meja yang sama
kuhirup kembali jejak kita
seperti tanah dicumbu gerimis
sepuluh tusuk sate, es teh dan lelah
usai percintaan kita yang manis
hanya kini aku sendiri
menikmati semua itu
dengan rokok yang kesekian
yang lunas kuhisap
sambil mengunyah rindu
yang terus merayap
berapa lama nanti ini?
bersamamu dengan hidangan yang sama
seperti sentuhan yang dulu
yang enggan sirana dari lamunanku
asap rokok tertawa
melihatku dalam gelisah
maka kulindas dia dengan sepatuku
rasakan, umpatku
rindu ini
makin perih
plangi, 27 12 06
*dimuat di harian Radar Banten edisi 18 Jan.06*