pantung-pantun kulihat berenang
tak beraturan di gelombang
saat kapal menuntunku
menyentuh tanjung pinang
di kota yang basah
dan hujan tak henti menyapa
kucarapi adakah pantun di jalanan
namun senyap saja yang mengalun perlahan
kutanya pada payung hijau
yang kupinja dari gadis cantik
dijawabnya dengan malas
‘pantun-pantun telah disembunyikan
di laci-laci birokrasi
tunggu saja hadirnya nanti’
segera saja aku berlalu
kembali ke pelabuhan
di depanku pulau penyengat
diam saja tak bersemangat
kudapati lagi
pantun-pantun di gelombang
yang menemaniku pulang
tjpinang, 29 12 06
*dibacakan dalam Bintan Art Festival 2006*