kusiapkan tas
berisi berlembar kertas
yang telah kupilah
dari tumpukan lama
biar belum semua
setidakya aku tahu
mana yang masih aku perlu
aku mau berkemas dulu
merapikan diri dengan berkaca
wajahku yang tampak lelah
dengan guratan kalah
saat pagi mengulum kabut
kulewati jalan setapak
masih ada banyak jejak
kakimu dan kakiku
yang belum tersapu waktu
kupendam semua yang kubawa
di tanah yang masih basah
dengan perih lirih
hingga jatuh selembar lagi
: wajahku
tpmlm, 310107
baca selengkapnya |
No Comments »
Jakarta (ANTARA News) - Sastrawan senior Taufiq Ismail menilai jumlah majalah sastra di Indonesia saat ini sangat sedikit sehingga menjadi salah satu penghambat perkembangan sastra.
“Kalau boleh saya bilang cuma ada satu, Horison, karena Basis dan Kalam lebih ke majalah budaya,” katanya saat perayaan ulang tahun ke-40 majalah Horison, di Jakarta, Sabtu.
Bila melihat jumlah penduduk Indonesia [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
seringai malam
mengantarku pulang
bukan lelah yang terasa
hanya terangku telah padam
mlm, 03 01 07
baca selengkapnya |
No Comments »
dari waktu
yang perlahan memecah
tak juga bisa usir hadirmu
telah patah kata
dalam lindap bayangmu
menetaskan hening
biar sejenak saja
di ambang petang
ranting masih basah
kuseru namamu
senyap saja bergema
sisa hujan masih ada
tergeletak sia-sia
bersama kata yang terluka
fatpg, 300107
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh : Akmal NB
catatan ini dibuat sambil makan ketoprak (bukan sambil main ketoprak), dan membaca kesan-kesan apsasian dalam acara kemarin.
saya sepakat bahwa pertemuan kemarin sangat hangat (meski di luar ruangan sempat hujan besar), mendekatkan (meski apsasian yang datang tidak hanya dari jakarta, tapi juga bandung, bahkan medan seperti duma a.k.a kobo yang selama ini lurking [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Percakapan
“RASANYA saya pernah baca puisi di sini,” ujar Joko Pinurbo perlahan. Pandangan matanya lalu mengembara, menjelajah menembus remang malam, seperti ingin mencocokkan apa yang sedang dilihatnya itu dengan sekeping kenangan: tembok yang beberapa bagiannya mengelupas, halaman terbuka yang dirawat seadanya, dan sejarah panjang rumah itu: kantor majalah kampus Balairung, Universitas Gajah Mada, yang terletak di [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Melengkapi laporan kang Kef yang secepat kilat, dengan detail dan urutan yang sama menariknya seperti cerpen- cerpennya, saya ingin sedikit melengkapi dan berbagi cerita seputar persiapan acara Syukuran 2 Tahun Apsas di ak.’sa.ra yang mungkin belum sempat diposting.
Meski kang Kef sudah menyampaikan ucapan terimakasih- nya, saya ingin mengulanginya kembali untuk semua yang berkeringat, ngantuk dan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sekali lagi saya ucapkan: selamat ulang tahun kedua untuk Apsas.
Syukuran yang digelar di toko buku ak.’sa.ra hari Minggu tanggal 28 Januari 2007 antara terduga dan tak terduga, dihadiri oleh 74 orang (sesuai daftar hadir), hampir 10% dari jumlah anggota yang tercatat hingga Minggu pagi oleh Akmal: 766 orang.
Ketika saya tiba di halaman parkir dan menelepon [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
lagu lama yang sayup
saat malam bergulir di tepian
bukan sekedar dentingan
piano atau liukan biola
yang perlahan meredup
semua akan berlalu
seperti perginya debu
yang tersapa hujan
dan semilir angin yang
redakan getir masa lalu
pejamkan mata
sejenak istirahatkan jiwa
yang terlalu penat
menghitung berapa kalah
dalam jiwa yang berkarat
lagu baru yang terdengar
tak lagi penuh sayatan gitar
hanya ada ketukan nada
akan esok yang sedang
beranjak berubah
jelangsbh, 290107
baca selengkapnya |
No Comments »
ada seribu puisi
dalam diammu
dan saat ada tanya
bertambah puisi
juga dalam diammu
lalu ada kilau mata
bergulir jadi kata
entah yang berapa
saat senja tiba
ada seribu kata
yang tak sempat
kau katakan padaku
tentang asmara yang
berdiam di senyummu
aku pun diam
tanpa kata
tpsenja, 230107
baca selengkapnya |
No Comments »