saat kusapa kata-kata
tahulah aku telah kumasuki ruang
dengan pintu terbuka
dengan cermin di dinding
dan telanjanglah aku di sana
kulihat diriku tersenyum
dengan getir luka di sudut bibir
tak apa, kataku menghibur diri
karena aku tersenyum bukan padamu
atau siapapun
tapi pada kehidupan
kalau aku menangis pastilah bukan
isak yang akan kau dengar
tapi tawa yang serak dan hambar
saat kututup pintu itu
tahulah aku bahwa tiap waktu
akan membawaku kembali
meski dalam sunyi
lb-tp, 04 01 07