pagi masih dingin
di tengah kepulan kopi
penyair sibuk mencari judul
sampai dia berteriak girang
‘akhirnya…akhirnya…,’serunya
sambil mengibarkan koran
sejaknya dimuat sehalaman penuh
namanya tertera dengan tinta biru
enam sajak berarti ratusan ribu
cukup untuk bayar cicilan rumah
yang menunggak dua bulan lalu
‘besok cicilan harus dibayar
honor pasti seminggu lagi keluar,’
gumamnya sambil minum kopi
yang tak lagi mengepul
tak lagi diperhatikannya judul
hatinya tambah masygul
omah, 07 01 07