jika percik api tak tampak
lalu apa yang kau lihat nyala
dari gelisah yang beriak?
(tp 220207)
“Berpesiar ke Purwokerto naik taksi
Jangan lupa oleh-oleh tempe mendoan
Anda mau bersastra tanpa kerut dahi
Datang gabung di Paguyuban Sastra Reboan”
* Cunong Suraja, penyair dan dosen
Sastra Reboan #7 : “Aku dan Bahasa”
Bulan Oktober, selain ada hari-hari yang dianggap penting seperti peringatan milad Angkatan Bersenjata, peringatan Sumpah Pemuda, juga disebut-sebut sebagai bulan Bahasa. Berkenaan dengan hal itu, Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSaR Malam) kembali menghadirkan Sastra Rabu Malam atau biasa dikenal dengan “Reboan” dengan tema “Aku dan Bahasa.”
Reboan akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2008 bertempat di WaPres, Bulungan pada pukul 19.00 - selesai dengan menghadirkan beberapa penyair seperti Awaludin, Ashar, Imam Ma’arif, Giyanto Subagyo, Heri Maja Kelana, Nadia Ayuningyas, Fatin Hamama, Irmansyah, Triana dan Pudwianto Arisanto. Selain penampilan mereka, Reboan juga akan membedah komunitas seni budaya yang cukup tua di Jakarta yaitu Komunitas Planet Senen dengan narasumber Imam Ma’arif dan Irmansyah. Mudah-mudahan dengan acara ini, pengunjung Reboan bisa mendapatkan tips dan trik hidup berkomunitas. Sebab seperti
diketahui kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta sudah cukup pikuk dengan ambiens konsumerisme dan individualis yang tinggi.
Berkenaan dengan tema, akan tampil delapan orang ekspatriat dari Jepang, Korea, Ukraina, Slowakia, Mongolia, dan Perancis yang akan membacakan puisi-puisi berbahasa Indonesia. Mereka tampil berkat upaya Bung Kelinci dan Teater Pintu 310-nya.
Jadi, datang dan rayakan!
Sie Acara
Dedy Tri Riyadi
NB : Acara ini terbuka untuk umum alias tidak dipungut bayaran
gubuk sederhana ini lebih nikmat dikunjungi bila menggunakan browser Mozilla Firefox dengan resolusi berkedalaman 1024 x 768 pixels.
Semoga berkenan di hati dan sejuk di mata.
www.flickr.com
|
Copyright © 2008 Jejak Kaki Dalam Kata
: Re-Designed by dYo
You must be logged in to post a comment.