natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Feb
20th

Tigapuluh Tujuh Pantun

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: pakcik ahmad
sore itu di terasmu
petir jilati ujung pohon
dengan liukan bambu
yang hanya bisa pasrah
dan tak bisa memohon
biar tak hangus
dalam api yang mendengus
sepotong kue sempat
disantap lebatnya hujan
sedang senyum
dan jabat tangan teman
belum sempat kau balas
meski hanya sekilas
dalam perjalanan pulang
saat banjir menghadang
tigapuluh tujuh pantun
diam mengambang
mengalir kemana
semua pantun itu?
tpsiang, 200207

Feb
20th

Kamulah Puisi

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kamu ada dan selalu terasa
bukan sekedar dieja
senyum jadi kata
sentuhan menjelma kalimat
yang terus berlompatan
sepanjang perjalanan
rasa ini enggan menjauh
penuh dan menggoda
seperti tarian kupu-kupu
hinggap dan mencumbu
pucuk mawar yang basah
dengan sisa embun pagi
mengusir adamu
tak beda menginjak
semua puisiku
tppagi, 200207

Feb
16th

Ada Kata Berlompatan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ada kata berlompatan
di gelas capuccino
yang menghangat
dari tatapan
saat lelah menyengat
perlahan kata-kata
kupungut dengan kelu
yang enggan berlalu
nanti saat malam menyapa
bersama senyummu
biar semua kutata lagi
kata-kata menjadi puisi
mlm, 150207

Feb
14th

Mungkin Bisa Menemani

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: BMI di HK
pasti ada seribu mawar
di sudut kota
yang bisa kau beli
bersama vas indah
untuk hiasi malam sepi
sedang di sini
telah kusiapkan untaian
melati yang dulu kau tanam
saat kembali dan
hirup bau tanah desa kita
kukirim ikatan kembang ini
mungkin bisa menemani
kesendirianmu
dan tak lupa kuselipkan
kenanga buatmu
agar kau tahu
rinduku ada di situ
tolpagi, 140207
Comment:
Buagus bangettt…
cocok banget buat Valentine nih
 
Happy valentine’s day [...]

Feb
14th

Jika Kata Mengambang

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

jika kata mengambang
biarkan saja
angin akan membawanya
ke sudut lembah
biarkan diam tak berkata
jika sempat memandang
lihat saja
biar sekilas tanpa senyum
seperti telah maklum
rindu ini punya awan
dan angin dalam ingin
jika kata mengambang
ragumu tetap menghadang?
tolmlm, 130207

Feb
13th

Meski Banyak Tangkai

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

tak bisa lagi kukirim bunga
meski embun masih di pucuknya
kelopak itu telah luruh
sebelum sempat kusentuh
di tanah ia tergeletak
menjadi kata-kata
yang kupungut dalam gelisah
dan enggan enyah
tak lagi bunga kurangkai
meski tersisa banyak tangkai
kuikat saja semua kata
dalam puisi sederhana
embun masih ada
membasahi puisi
yang usai kugores
dengan perih menetes
tpsore, 130207

Feb
13th

CATATAN TENTANG LENGKUNG ALIS SEPASANG MATA

tertoreh sebagai PUISI, Pandang | Leave a Comment

Sajak Misbach

: Yo Sugianto
kau bertanya padaku tentang selengkung alis mata yang telah menelikung hatiku dalam kembara. namun aku malah terpesona oleh keindahan kata-kata yang menelikung warna bianglala jadi senja di bawah lengkung alis sepasang mata tempat kau menambatkan cinta.
maka, di sebuah beranda, aku tak lagi menghitung panjang bayang karena aroma mawar telah menggenang bersama [...]

Feb
12th

Ruang Itu Bisu

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ruang itu bisu
saat kau tiba
sejenang memandang
dan duduk tanpa kata
sentuhan sekilas
getar sekujur
tatap membakar
angkuh terkapar
satu kata terkata
di tenggelamnya senja
omahmlm, 090207

Feb
9th

Ada Lirih Ingatan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

masihkah rindumu
mengucur deras
menggerus dinding jiwa
menghujam bayang
dan ragu yang menghadang
ada lirih ingatan
melintas dalam hujan
kenangan yang membadai
saat sama-sama untai
rasa yang dinamai entah
masihkah kau sibuk
menyulam kabut
yang menyelinap
dalam tanya yang menusuk dan jika masih sederas itu
bisakah kutiipkan juga
rinduku di situ?
aksara, 090207

Feb
9th

Angkuhmu Berlalu

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

cantikmu telah terseret banjir
tak lagi ada bedak di pipi
atau gincu di bibir
wangi tubuhmu telah berganti
jadi amis lumpur pagi
air genangi kamarmu
saat senyap dalam lelap
kosmetik dan gaunmu
telah lenyap
minggu lalu kau palingkan wajah
saat kulempar sapa
kini angkuhmu berlalu
terendam air bah
kuantar sebungkus sarapan pagi
kau terima tanpa angkat wajah
‘maafkan aku,’ bisikmu lirih
sore nanti aku akan datang
tidak hanya bawa nasi
tapi juga harap [...]