masih juga enggan lepaskan tegukan arak perih dari puluhan seloki bibir senja penuh leleh arakku alam jadi anyir dalam angin semilir habiskan saja semua besok kubeli lagi sekotak arak lebih perih rasanya jakarta, maret 07
masih juga enggan lepaskan tegukan arak perih dari puluhan seloki bibir senja penuh leleh arakku alam jadi anyir dalam angin semilir habiskan saja semua besok kubeli lagi sekotak arak lebih perih rasanya jakarta, maret 07
bukankah baru seminggu kau kabarkan akan ada sajak kau gubah untukku aku ingat sekarang duduk di batu yang sama dengan gemercik air yang tak berubah bukankah esoknya kau kabarkan dengan tawa bukan sajak kau cipta tapi harap yang kau pecah hanya karena engkau wanita mudah mengoyak lalu dengan kerling mata begitu saja beranjak? omah, maret [...]
mudah bagimu menggores langit hingga biru lenyap jadi pucat senyap sulit bagiku merubah warna biru tetaplah biru meski hati beku jakarta, maret 07
bolehkah aku minta kau kirimkan lagi sebotol arak perih seperti kemarin yang telah kau beri? jakarta, maret 07
seperti apa petang di tempatmu? apakah semendung hatiku? tadi sempat gerimis saat aku berjalan di lorong dengan temaram lampu : lorong itu sunyi seperti puisi tanpamu seperti apa lorong hatimu? masih adakah serakan salahku? aku pergi dulu akan kususuri kembali ujung lorong itu menuju jalan setapak : aku ingat saat itu kau peluk aku saat [...]
ada mata air yang tersumbat berhari tak biarkan air lewat hingga tiba sapa dari peri hutan lewat angin yang cumbui dedaunan ada setetes membasahi wajah lembah renta sejenak retak tanah mengerjap entah priok, maret 07
sejak mengangkat diri sendiri menjadi hakim dan juri penyair makin sibuk sampai sulit dicari meski tetap berpuisi pasal dan ayat kitab menjadi inspirasi kata bukan lagi mantra karena telah menjelma sabda tak perlu palu, kata penyair itu untuk menjatuhkan vonis siapa saja kita ajak mencipta sajak : tulislah sebagai hukuman soal dalil belakangan konon, di [...]
indosiar.com Sabtu, 17 Maret 2007 lalu, aula stasiun kereta api Gambir, Jakarta Pusat, tidak seperti biasanya. Ditengah-tengah bunyi kereta api dan ramainya penumpang yang hilir mudik, tampak sekelompok orang sedang sibuk membenahi karya-karya seni yang akan dipamerkan. Sebagian lainnya, terlihat sibuk mencoret-coret kertas, entah apa yang ditulisnya. Tampak lama, seorang wanita membuka acara yang bertajuk [...]
setajam apa kata dari matahati penyair saat tergoreskan dalam bait syair mata melihat dunia yang tak sekedar kata hati menatap bait yang tidak rumit setumpul apa kata dari ujunghati penyair saat dicoretkan kertas tetap putih tanpa syair ujung kata dipilah apakah menjelma sajak atau sekedar teriak sejenak beriak lalu terbenam senja kata menjadi mata bagi [...]
tak ada mata air juga air mata tanah, kapur dan batu yang menyatu dalam denting beku omah, maret 07