natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Mar
31st

Besok Kubeli Lagi

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

masih juga enggan
lepaskan tegukan
arak perih
dari puluhan seloki
bibir senja
penuh leleh arakku
alam jadi anyir
dalam angin semilir
habiskan saja semua
besok kubeli lagi
sekotak arak
lebih perih rasanya
jakarta, maret 07

Mar
31st

Surat 11

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

bukankah baru seminggu
kau kabarkan
akan ada sajak
kau gubah untukku
aku ingat sekarang
duduk di batu yang sama
dengan gemercik air
yang tak berubah
bukankah esoknya
kau kabarkan dengan tawa
bukan sajak kau cipta
tapi harap yang kau pecah
hanya karena engkau wanita
mudah mengoyak
lalu dengan kerling mata
begitu saja beranjak?
omah, maret 07

Mar
31st

Surat 10

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

mudah bagimu
menggores langit
hingga biru lenyap
jadi pucat senyap
sulit bagiku
merubah warna
biru tetaplah biru
meski hati beku
jakarta, maret 07

Mar
31st

Surat 09

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

bolehkah aku minta
kau kirimkan lagi
sebotol arak perih
seperti kemarin
yang telah kau beri?
jakarta, maret 07

Mar
30th

Surat 08

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

seperti apa petang di tempatmu?
apakah semendung hatiku?
tadi sempat gerimis
saat aku berjalan di lorong
dengan temaram lampu :
lorong itu sunyi
seperti puisi tanpamu
seperti apa lorong hatimu?
masih adakah serakan salahku?
aku pergi dulu
akan kususuri kembali
ujung lorong itu
menuju jalan setapak :
aku ingat saat itu
kau peluk aku
saat gerimis basahi
rambut dan wajahmu
priok, maret 07

Mar
30th

Ada Setetes

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ada mata air yang tersumbat
berhari tak biarkan air lewat
hingga tiba sapa
dari peri hutan lewat angin
yang cumbui dedaunan
ada setetes membasahi
wajah lembah renta
sejenak retak tanah
mengerjap entah
priok, maret 07

Mar
30th

Senja, Mari Kita Buat Sajak

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

sejak mengangkat diri sendiri
menjadi hakim dan juri
penyair makin sibuk
sampai sulit dicari
meski tetap berpuisi
pasal dan ayat kitab
menjadi inspirasi
kata bukan lagi mantra
karena telah menjelma sabda
tak perlu palu, kata penyair itu
untuk menjatuhkan vonis
siapa saja kita ajak
mencipta sajak :
tulislah sebagai hukuman
soal dalil belakangan
konon, di bibir senja
penyair lain sedang merenung :
kata semestinya jadi tenung
bagi yang membaca
bagi lahirnya makna
bukannya menindas jiwa
saat […]

Mar
30th

Puisinisasi di Stasiun Gambir

tertoreh sebagai Berita, PUISI | Leave a Comment

indosiar.com
Sabtu, 17 Maret 2007 lalu, aula stasiun kereta api Gambir, Jakarta Pusat, tidak seperti biasanya. Ditengah-tengah bunyi kereta api dan ramainya penumpang yang hilir mudik, tampak sekelompok orang sedang sibuk membenahi karya-karya seni yang akan dipamerkan. Sebagian lainnya, terlihat sibuk mencoret-coret kertas, entah apa yang ditulisnya.
Tampak lama, seorang wanita membuka acara yang bertajuk Banjir […]

Mar
29th

Kata Menjadi Mata

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

setajam apa kata
dari matahati penyair
saat tergoreskan
dalam bait syair
mata melihat dunia
yang tak sekedar kata
hati menatap bait
yang tidak rumit
setumpul apa kata
dari ujunghati penyair
saat dicoretkan
kertas tetap putih
tanpa syair
ujung kata dipilah
apakah menjelma sajak
atau sekedar teriak
sejenak beriak
lalu terbenam senja
kata menjadi mata
bagi penyair
menatap dunia
dalam jiwa
priok, maret 07

Mar
29th

Menggali

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

tak ada mata air
juga air mata
tanah, kapur
dan batu
yang menyatu
dalam denting beku
omah, maret 07