masih ada tulisanmu
di halaman buku itu
‘waktu akan sembuhkan
segala lukamu’
lembar demi lembar
kertasnya telah kusam
kata-kata tampak muram
maafkan aku
jika tak percaya
luka darimu tak akan bisa
bisa sembuh oleh waktu
sederhana saja :
aku kenal diriku
priok, maret 07
baca selengkapnya |
No Comments »
Karya Hamzah Fansuri sebagai Jembatan Pengikat
Jakarta, Kompas - Hubungan Persia—sekarang Iran—dengan Nusantara erat dan berkesinambungan, setidaknya sejak 1.000 tahun lalu. Kedekatan itu ikut mewarnai khazanah sastra di Nusantara, antara lain terlihat dalam karya-karya Hamzah Fansuri.
Sastrawan Abdul Hadi WM mengungkapkan hal ini dalam seminar bertajuk “Hubungan longue duree antara Persia dengan Nusantara; Mozaik Pemikiran Hamzah Fansuri” [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
di cermin yang sama
aku baru berkaca
tak ada dirimu
di sampingku
ada wajah kukenal
tapi bukan mata itu
yang tampak asing
dengan perih yang kental
jika saja kamu di sini
pasti bisa beritahu aku
tatapan siapa itu
priok, maret 07
baca selengkapnya |
No Comments »
tiga bulan lalu
secangkir pagi
kutuang bersama
hangatnya kopi
kini dalam pagi
yang sama
secangkir sunyi
kutuang bersama
bekunya hati
jkt, maret 07
baca selengkapnya |
No Comments »
tak ada mata air
juga air mata
tanah, kapur
dan batu menyatu
dalam denting beku
fatma, maret 07
baca selengkapnya |
No Comments »
malam berdarah
tertusuk pisau senja
tetesnya harumkan tanah
bergelantungan di pohon
kelelawar sabar menanti
sekerat hati
menjelang pagi
omah, maret 07
baca selengkapnya |
No Comments »
serbuk apa yang kau tabur
hingga pandanganku ikut kabur :
selangkah saja terasa berat
pandanganku jadi samar
meski lamat bisikmu kudengar
bukan putih kuterima
tapi coklat yang menua
seperti darah mengering
tinggalkan noda
bisik apa yang kudengar
saat tersadar harapku sederhana :
semua ini tidaklah benar
engkau masih di situ
menanti dan bersandar
mungkin esok aku akan tahu
apakah serbukmu mematikan
atau hanya membuatku lelap
lalu menyeretku ke lorong gelap
biarlah waktu
juga menyeretmu
priok, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
bagaimana kabarmu hari ini
seperti kemarin, juga kemarin lagi
masih kusesapi perih
yang kau taburkan
seperti bubuk sunyi
pada puisi segala rahasia
yang tersembunyi
beringsut tertatih
menjelma dalam bait patah
bagaimana kabarmu hari ini
apakah petang saat kau pulang
kau temukan sepiku terserak
di ujung gang rumahmu
yang belum sempat kusinggahi
satu lagi yang ingin kukatakan padamu :
pada puisi kucoba titipkan
air mata itu
tapi hanya kata-kata yang basah
tersampir di situ
priok, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Translated by Rilla Romusha
there is water
there is eye
frozed
become red
there is fire
spatter
disappeared
into dust
silent
there is word
whispering
there is soul
whispering
there is poet
buried
without poem
2007
baca selengkapnya |
No Comments »
apakah cinta itu sekedar kerikil
bagimu
kulempar lalu ada luka kecil
menghiasi kepala
tertutup rambut indahmu
apakah merayakan hidup
lewat guratan kata-kata
adalah selingan tanpa makna
seperti menonton televisi
yang penuh mimpi dan dusta
apakah ketulusan
hanya seonggok sampah
bagimu
kau biarkan di situ
suatu saat musnah
menjadi abu
coba katakan
padaku
apakah salah
kata-kataku?
jakarta, maret 07
baca selengkapnya |
No Comments »