natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Apr
30th

Adalah Kekuatan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

pijar harapan adalah kekuatan bukan soal tegar tapi ada muara jadi arah kerlip mata malam adalah keyakinan jalanan berkelok tebing curam duri-duri diam rindu bidadari adalah nafiri senja dan matahari dalam gerimis dan genggaman jemari malam, april 07

Apr
30th

Coba Katakan Padaku

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

coba katakan padaku bagaimana bisa rindu ini menyergap tanpa kata padahal senja belum juga tiba pandangan saat perpisahan belum juga tuntas dari segelas kopi panas yang kuhirup dari wangi tubuhmu coba katakan padaku bagaimana bayangmu mengalir dalam renungan dan helaan nafasku keindahan mata bianglala dalam bisikan yang membiusku masih menggayuti langkah menjelma dalam sajakku coba [...]

Apr
30th

Menyibak Kabut

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

aku akan membawa sajak-sajakku menyibak hutan berkabut yang sering kau sebut kala kita menikmati kopi yang terseduh pagi hari memang masih penuh tanda tanya yang bergelantungan di dahan tapi tak ada ragu pada langkah untuk kembali menghampiri senyuman senja, aku tak takut jika engkau bertanya tentang jalanan berselimut kalut karena cinta bukan soal neraca ada [...]

Apr
30th

Sebening Mata Senja

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ada lelaki dengan hati kanak-kanak datang dengan mata beriak dia berkata ‘dulu ibu membacakan buku kadang menjawab, kadang tersenyum saat aku bertingkah manja dia hanya memberi usapan maklum’ perempuannya mengangguk saja sambil menawarkan irisan senja dia berkata ‘dulu bapak membawakan cerita aku bertanya, kadang tanpa jawaban lalu dibisikkannya ‘cerita ini bukan sekedar kata, tapi perjalanan [...]

Apr
30th

Surat 99

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kubawa berlembar kertas belum ada coretan apapun akan kuajak dirimu di lantai yang sejuk dan juga bersih karena selalu kau sapu sambil kujamah rambutmu kuhirup wangi tubuhmu sambil berbaring kita bicara tentang film drama juga gambar-gambar alam yang semburatkan cahaya lalu kau ambil kertas goreskan pensil berwarna tergambar dua orang berdampingan ‘itu kita,’ katamu sambil [...]

Apr
30th

Surat 98

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kamulah lautan bagiku gelombangmu tenggelamkan juga timbulkan aku ke batas cakrawalamu pernah kau guncang aku hingga mati kata-kataku lalu kuminta engkau mendekap sajak-sajakku agar berlalu gelombang itu malam, april 07

Apr
30th

Apa Yang Kau Tahu

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ayunan langkahmu ragu jadi gulma seiring waktu apa yang kau tahu saat cinta memanggilmu? bukankah telah kau dekap sapa lembut dari mata lelaki menjadi sayap mimpi-mimpi setapak kaki melangkah mencoba sibak sekat jiwa telah kau kepakkan rindu menembus langit biru lembut bagai gumpalan awan membelai matahari hingga lelap seorang lelaki tersenyum ada ada getir dikulum [...]

Apr
26th

Surat 91

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

sering kau tanya padaku mengapa aku keras kepala saat berkata akan datang ke situ sedangkan hujan pelit untuk berlalu pasti bukan khawatir yang ada saat gigilmu belum reda usai sepucuk surat cinta kukirimkan padamu malam dengan kerudungnya kutempuh meski bergayut kebimbangan dan kerinduan yang entah deru angin menampar wajah kau arah yang aku tuju tempatku [...]

Apr
26th

Surat 97

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

simbok-ku pernah berkata ‘raihlah senja jika ada dan kau rasakan aku memang di dalamnya’ tapi hingga hampir renta senja itu tak kutemui malah perih sering kukantongi kemarin simbok-ku datang kembali bertanya soal senja aku ingin menjawabnya takut dia tak percaya hingga pulang dengan tanya yang terus berulang aku diam saja bagai bayang ‘minggu depan saja [...]

Apr
26th

Surat 96

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

bila bagimu setiap huruf biasa saja tak apa bagiku beda tiap huruf punya arti biar sunyi kata bagimu cuma coretan sedang puisi jadi rayuan tidak bagiku judul pun adalah rumpun dari jiwa setiap puisiku adalah untukmu sederhana saja engkaulah puisi bagiku sore, april 07