sering kau tanya padaku
mengapa aku keras kepala
saat berkata akan datang ke situ
sedangkan hujan pelit untuk berlalu
pasti bukan khawatir yang ada
saat gigilmu belum reda
usai sepucuk surat cinta
kukirimkan padamu
malam dengan kerudungnya
kutempuh meski bergayut kebimbangan
dan kerinduan yang entah
deru angin menampar wajah
kau arah yang aku tuju
tempatku melihat kembali
roma muka yang paling jernih
dari semua perempuan
yang pernah aku kenali
sore, april 07
You must be logged in to post a comment.