ayunan langkahmu ragu
jadi gulma seiring waktu
apa yang kau tahu
saat cinta memanggilmu?
bukankah telah kau dekap
sapa lembut dari mata lelaki
menjadi sayap mimpi-mimpi
setapak kaki melangkah
mencoba sibak sekat jiwa
telah kau kepakkan rindu
menembus langit biru
lembut bagai gumpalan awan
membelai matahari hingga lelap
seorang lelaki tersenyum
ada ada getir dikulum
di seberang sana
ada yang menggambar peta
tentang angin barat dan utara
yang akan mengantarnya mendaki
curamnya tebing perih
menjemput senja di muara
pagi, april 07
You must be logged in to post a comment.