waktu itu kau menolak tegas
saat kuminta bawakan saja belati
untuk memutus nadi rindu
kau menggeleng dengan jelas
karena tahu samurai pun
takkan mempan membabatnya
lalu aku minta lagi
kau duduk di sampingku
akan kulihat bagaimana nadimu
apakah tampak rindu di situ
kuteluri dengan jemariku
getarnya terasa dalam urat biru
kujamah dengan pandanganku
malah geliatmu menggodaku
saat kau dekap aku
tahulah aku akan wangimu
yang membuatku lelap
dalam bingkai tak bertepi
petang, april [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Surat 94
serupa waktu dalam ragu
akan kusampaikan padamu
nanti saat kita kembali
bertemu di tepian senja
tidak hanya satu atau dua kisah
yang akan kubawa
tapi juga titik-titik kembali
yang akan menyambung garis waktu
tapi jelas kau tak akan mengerti
mengapa hari-hari ini bertumpuk
mengurungku dalam kotak rindu
yang merantaiku
pasti akan kusampaikan
malam, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »
baru saja kutelepon kamu
memberitahukan dengan gairah
telah kutuliskan sembilan puluh puisi
masih tersimpan di hati
puluhan lainnya
seperti biasa, kau cuma bergumam
tapi tak bisa sembunyikan ingin tahumu
kata-kata apa yang akan kutemukan
dan kujadikan puisi baru untukmu
lalu aku terdiam
hingga aku tersadar
lamat kudengar
kau senandungkan puisiku
petang, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »
meski rinduku bagai tungku pembakaran
yang nyalanya makin menghanguskan
aku tak jemu menunggu
bahwa waktu pernah beku dan berhenti
lalu segala bunyi dan warna tanpa makna
tetap aku melaju
karena segala mimpi harus diperjuangkan
bukan menanti pintu yang terbuka
meski ragumu menjadi kabut terhampar
menjadi diam yang membuatku terkapar
aku terus mengetuk jendela hatimu
karena bara yang kau taruh dalam hatiku
terus berkobar
saat jam kehilangan bunyi
di [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
dia datang menyingkap kabut
saat angin April berubah jadi dingin
rindunya telah berlumut
dibawanya dalam harap dan ingin
akan ditulisnya semua itu
dalam soneta perjalanan
yang tak sekedar kenangan
tapi semua yang tak pernah berlalu
: sebotol red wine, kecupan anggur
dan gemercik gerimis
di pintu senja yang masih memerah
ditanggalkannya mantel birunya
sapa wanitanya bagai nyanyi musim semi
gigilnya merayap pergi
‘apakah cintamu
masih sehangat nafasku?’
pagi, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »
kenangan melayang
dalam ingatan
yang tak berkesudahan
namun saat aku datang
bukan cuma ingatan yang terbayang
karena tidaklah cukup
menakar rindu yang tertangkup
ada yang ingin kusampaikan
meski sedikit gugup
membawa cinta bertilam cinta
di antara dingin cuaca
lewat tanda yang mudah terbaca
kedip bintang di gigir langit
memberi ruang bagiku, bagimu
untuk mengguratkan waktu
pagi, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »
ternyata bukan soal mudah
menulis ratusan surat
tanpa sembunyikan rahasia
karena menulis adalah renungan
bila surat-suratku terlalu sederhana
memang itu bisaku, dan itu aku
yang menimbun lelah, juga rindu
padamu
larutmalam, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »
disebabkan oleh angan
kita tantang kehidupan
yang kadang begitu dingin
hingga bekukan ingin
lihat saja mata yang menggigil
melihat kekalahan di jalanan
dan keluhan yang berhamburan
tapi kita mesti bersabar
karena dengan melawan
kita menguji keterbatasan
karena itu
jangan biarkan angin
membawa harapan
dan kata milik kita
malamlarut, april 04
baca selengkapnya |
No Comments »
angin pagi seperti dirimu
ramping dan rambutnya tergerai
dari cakrawala saat terang tanah
datang menghampiriku
hari ini angin pagi berbaju biru
bibirnya semerah anggur
yang dulu kita sesap saat senja
aku gemetar memandangnya
sayangnya dia bukan dirimu
yang indahnya pun tak melindap
tak seperti pesonamu
teman rindu dalam sukmaku
datanglah mengusir sepi
yang dibawa angin pagi
biar kujamah kedamaianku
dari cahaya yang disaring
dedaunan di matamu
larutmalam, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »
kebasan-kebasan rambutmu
kucari di antara antrian panjang
hanya kulihat wajah para penumpang
yang menunggu kelelahan
siang itu dengan nafas terengah
aku berlari mencarimu
tak kudengar gemuruh suara
orang bercanda atau bercakap
karena hanya ingin kudengar suaramu
lalu muncullah kamu
kebasan rambutmu tak ada lagi
tapi tak sembunyikan
cantikmu yang masih seperti dulu
sambil kuremas jemarimu
kulihat ada kebasan rindu
dari derai senyummu
malamlarut, april 07
baca selengkapnya |
No Comments »