pendarmu telah tenggelam saat kau jemput malam masih terbayang gemulaimu hingga kaki malam terpaku namun di ruang sesak ini bayangmu ada di segala sudut di langit-langit ada senym di dinding tampak kau cemberut ada yang mirip dirimu yang membuatku termangu tapi dia bukanlah sajak tak ada bait di ikal rambutnya tak lama lagi kamu akan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Kata orang, aku punya wajah menarik dan disukai wanita. Aku ingat itu, ketika masih berusia 12 tahun, ada tetanggaku yang lebih tua enam tahun dariku, mbak Yuni namanya gemas sekali melihatku. Aku sering digodanya. Diciumnya pipiku suatu ketika, dan aku lari dengan wajah semerah senja yang hendak tenggelam menjemput malam. Tapi bukan karena itu aku [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
saat layar diturunkan tanpa tepuk tangan cerita itu telah usai tak ada kegagahan tak ada pahlawan apalagi kemenangan kursi-kursi tua bisu melam merangkak ragu tanpa isak sedu esok layar dinaikkan dengan kisah tak sekedar baru untuk dipentaskan seorang lelaki menatap dengan sisa embun pagi di wajahnya yang letih pagi, mei 07
baca selengkapnya |
No Comments »
‘renjana ini milikmu jangan usung ragu’ gigil malam sirna terkibas asmaradhana ‘bukan saja sajak untuk semua jejak’ peri malam termangu mengalir kidung rindu smg, 22mei07
baca selengkapnya |
No Comments »
belum banyak kenangan yang kita singgahi seperti juga banyak hal yang beum juga kita temui biar robekan langit sering berurai di dekat rerimbun pepohonan dekat telaga tapi ada beberapa kenangan indah yang sudah kita ciptakan seperti juga keletihan rasa yang kadang memercikkan gelisah kuharap dirimu tahu sedikit persinggahan itu mampu melapukkan kelelahan hingga bertimbun harapan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Dr. Fabiola Kurnia, ketua Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa, dalam berita sms-nya mengabarkan: ’’Kami sudah siap merayakan ulang tahun Pak Budi Darma yang ke-70 tanggal 25 April depan tetapi beliau menolak dan berkata: I’m Nobody’’. Saya segera menjawab, memang hanya seorang besar yang mampu mengatakan bahwa ’’saya bukan siapa-siapa.’’ Prof. Dr. Budi [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
terasa pedasnya saat terkunyah menambah enaknya masakan bunda yang jadi berbeda aku ingat kata penyair ‘begitu juga saat kangen melanda rasanya menyiksa tapi ingin terus dirasa’ jika begitu nanti akan kutaburkan pada setiap sajak yang kubuat sebelum angin mengirimkan padamu yang di seberang selat biar cinta dan rindu semakin pedas dan menyiksamu omah, mei 07
baca selengkapnya |
No Comments »
Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi JAKARTA, KOMPAS – Joko Pinurbo, salah seorang penyair terkemuka saat ini, Jumat (25/5) malam nanti di (ak.’sa.ra) Book Store, Jalan Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan, akan meluncurkan dua buku kumpulan puisinya; “Kepada Cium” dan “Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung”, terbitan Gramedia Pustaka Utama. Pada acara peluncuran, Landung Simatupang akan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
sore yang riuh tak lagi utuh malam akan menyeretnya ke pelukan diamnya angan yang luruh dan nyeri keruh dalam kelebat parasmu yang selalu mengganggu di jalanan yang kita lewati temaramnya tetap ungu seperti wajahmu kini hanya ada perih rindu di sisiku pancoran,29 09 06
baca selengkapnya |
No Comments »
May 23, 2007 Di Auditorium Politeknik Batam. Taufiq Ismail berdiri di panggung berkarpet biru setinggi dua jenjang tangga itu. Di belakangnya duduk bersaf Jamal D Rahman, Agus R Sarjono, Hoesnizar Hood dua bangku kosong dan Putu Wijaya. Di panggung tepi sebuah podium. Panggung itu berhadap-hadapan dengan 400-an siswa SMU dari beberapa sekolah di Batam. Di [...]
baca selengkapnya |
No Comments »