kau tulis juga akhirnya
sebuah sajak tentang pertemuan
antara kata dan bait lama
seperti daun yang sering heran
pada rimbunnya dedaunan
selalu dicumbu buliran embun
hingga menguning dan kerontang
kau tulis juga akhirnya
angin yang meliukkan tangkai-tangkai
bunga kehidupan tentang kita
yang kadang menang kadang kalah
pagi,30Juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
kau dipanggil ‘kakak cantik’
oleh anak kecil yang sedang berbisik
hingga angin sejenak menoleh
memastikan wangi yang tercium
dari dirimu atau mawar ranum
bukankah cantikmu dari dalam
kata cita menyirami jiwa
dalam lamunan malam
dengan kelopaknya merekah
membuat bulan segera mengalah
‘kakak cantik’ terus dibiskkan
kali ini dari seorang lelaki
yang jadi kanak-kanak lagi
saat cinta turut merantainya
WI, 28Juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
sajak tercipta entah biasa atau indah
karena itu bentuk rasa dalam kata
kupungut di pinggiran hati
kata-kata yang menatap sepi
memandang dunia dari dua sisi
engan senyuman saat tersisih
ada harap yang terus mengalir
tentang tatapan dan rumah pasir
kucipta tak henti cerita tentang kita
meski banyak yang hanya tertawa
malam, 28juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
bait-bait telah tertulis
dari gemetar tangan renta
tentang rasa yang liris
dan kangen yang lirih
sebelum menjelma bait
kata-kata hanya berbisik
bersandar pada petang
dengan tanya yang membayang
sebuah sajak membayang
buatmu yang selalu hadir
menyusup disela malam
dari kerinding tertiup gumam
malam, 26Juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
percaya jadi awan
beriring perlahan
elang kepakkan sayap
di lembut senyuman
lelaki menanti
kata-kata sunyi
melinting di tebing
senyap menepi
lelaki mengerti
puisi kadang sendiri
sekedar tegur saja
sudah berarti
siang, 23juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
dari dua belas purnama
tercipta sajak dan cerita
terselip di dedaunan
alam memeliharanya
dengan air kehidupan
kadang gemercik hujan
memberi basah pada kata
hingga matahari menjadikannya
sekering daun yang gugur
awan bertutur dengan lembut
tentang perjalanan sajak
dengan dingin mencipta gigil
dan gelombang menghentak
masih banyak purnama lagi
untuk mengukir cerita baru
bagi cinta yang biru
di ujung merahnya senja
yang merajut rindunya
omah, 24juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
biarkan kuterjemahkan matamu
sebab tak ada yang lebih jingga
dari segala kata di situ
kugubah sebaris puisi
kuletakkan di pinggir jendela tua
saat fajar akan kau baca
bumi berangkat tidur
duka berangkat hancur
leleh dalam pelukanmu
tergenggam tangan rindu
seperti matamu puisiku juga jingga
kata dan baitnya memahat rindu
yang datang bergemuruh
akankah kau terjemahkan juga
rindu dari puisiku?
priok, 22juni07
baca selengkapnya |
No Comments »
Anwar Holid
Kepada Cium (Kumpulan Puisi)
Penulis: Joko Pinurbo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU), 2007
Tebal: 44 hlm; 13.5×20 cm
Harga: Rp20.000,-
ISBN: 979-22-2716-4
Nyaris semua kritik menyatakan salah satu puncak puisi Indonesia era 2000-an ada di pundak Joko Pinurbo (Jokpin). Bahkan blurb buku puisi ini dengan bersemangat menyatakan: masa depan puisi Indonesia terletak pada tangannya. Bukti pengakuan itu tentu sejumlah prestasi: [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh Yoseph Yapi Taum
Mengapa Jerman menolak berpartisipasi dalam Perang Irak? Geiko Muller-Fahrenholz dalam artikelnya Nein to War-Why Germans Oppose a Strike on Iraq, yang dimuat di Christian Century, mengatakan landasan moral penolakan Jerman itu adalah memoria passionis atau ingatan penderitaan bangsa Jerman sendiri dalam Perang Dunia II. Menurut Geiko, sampai sekarang hampir semua keluarga di [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
kutaburkan puisi
dengan air mata
di kering tanah
kata-kata lelah
hanya bisa melatah
di senja yang menepi
dan merintih
ternyata bait puisiku
tak juga bisa
hadirkan kembali
senyum dan tawamu
omah, 21 juni 07
baca selengkapnya |
No Comments »