meski malam benamkan awan
guratan itu tetap terbaca
dari kacamata hati
yang terus terguyur rindu kekasih
‘akan kita tanam mawar
di lekuk bukit dan belukar
biar embun terus mampir
menyambut matahari pagi
yang hinggap di jendela kita’
lelaki dengan pendar bianglala
memercikkan embun di matanya
sambil memeluk kata-kata
dari wanitanya
malam,29juli07