bangunan sajak itu masih ada
dengan kata-kata menggigil
dari malam yang belum usai
menahan pedih lirih
penyair memahat kata
dalam bait lukanya
diusapnya keruh jiwa
hingga bening semu nampak
dari sayatan dan bercak
sejenak dikunyahnya kelu
agar sajak masih bertalu
meski makin berbisik saja
tanpa irama yang tak pasti
ditatapnya ruang hati
perih yang meretak
seperti bait-bait sajak
yang tak sempat berteriak
pagi, 05Sept07