sering kutulis kalimat
sambil menatap bulu-bulu waktu
yang beterbangan ke segala penjuru
sedang diriku tetap dalam pusaran ragu
sering tertancap selembar bulu waktu
saat malam tanpa binar bintang
dengan wajah-wajah membayang
menatap hingga getar terentang
dalam ruang sepi aku disergap perih
seperti musim yang enggan berganti
dan bunga tumbuh dengan kelopaknya
yang tertetes embun di helai daunnya
kutemukan juga akhirnya bulu-bulu waktu
yang beterbangan dalam nanti dan rindu
di kedalaman jurang di matamu
pagi,21Sept07
You must be logged in to post a comment.