di ruang tengah tempat kita biasa bercakap
sering kutemui kursi dan suara senyap
meski suara televisi tak henti
menyemburkan kalimat yang menguap
kemana pergi suara yang dulu mengisi rindu?
lama aku menatap tembok yang kosong
ada foto terpasang di situ
juga lukisan yang masih itu juga
tapi cuma kusamnya tembok yang ada
tanganku tak bisa lagi menggores senja disitu
lalu aku duduk di sampingmu
membuka kumpulan kisah lalu
yang sudah teraduk di gelas
dengan warna tak seputih dulu
semuram masa kini kita
tak kutemukan lagi seduhan manis
tuturmu penuh kata-kata amis
sampai kapan sangsi liar ini ada
membuat jiwaku cuma melata
atau mesti kurengkuh lagi sunyi?
siang, 25sept07
You must be logged in to post a comment.