titik-titik tidak sekedar satu
tapi telah berpuluh di peta itu
yang kita buat dari timbunan rindu
suka duka menjadi kata dan bait
seiring waktu yang kadang menyakitkan
kita baru usai menggores satu titik lagi
lebih tebal garisnya yang tergurat
hingga terlihat kemana langkah nanti
akan menyeret kaki dan hati
dan di rambut indahmu
begitu jelas peta itu kubaca
hingga membisu semua kata
yang baru sempat kutata
siang,04Sept07
You must be logged in to post a comment.