ia tahu akan masa lampau
tak hanya angkuh tapi juga bisa keji
mampu memberinya penjara lebih dari terali
dengan dinding dingin yang membuat gigil
hingga air mata yang bisa dikirimkannya
meski hanya secuil
seperti kemarin :
masa lampau dengan kelopaknya
yang telah mengering
wanginya jadi beku tanpa udara
ada hening yang tersimpul
dari kata hati yang tumpul
ia tahu akan gugur daun demi daun
tatapan mata yang memucat
terbenam di dasar malam
disimpulkannya hening yang dalam
hingga rindu panjang yang mengalun
seperti hari ini :
wajahnya penuh serbuk hujan
udara yang jenuh
dan tatapan mata yang rapuh
siang, 29Okt07
You must be logged in to post a comment.