disalahkannya angin yang membawa kabar
tapi kemudian dia tersadar
anggapnya yang telah memberi sesat
karena mata senja tetap melembut
meski kata-kata menyudut
ia ingat akan rindu panjang dan cemas
yang merambati jari-jari bunga
hingga malam turut tersirap
ketika tatapan mata itu mengendap
hingga lantak semua lelah
dipeluknya angin dengan seringai malu
dititipkannya prosa dan sajak
yang telah dilipatnya menjadi satu
untuk mata yang tetap menanti
di seberang yang makin memutih
sore, 29Okt07
You must be logged in to post a comment.