tanyanya kadang seperti remaja saja
tentang sedapnya bunga yang gugur
lampu jalanan yang bersetubuh dengan hujan
juga pahitnya kecupan kehidupan
tapi kali ini ia makin manja dalam tanya
‘apakah sayangmu seperti putik mawar
di tengah kelopak usai dicumbu matahari?’
lelaki menatap dengan membisu
dengan senyum langit yang biru
lalu tanya itu terhenti saat lelakinya mengulurkan tangan
mengajaknya ke bangku semen menghitam
sekawanan angsa di telaga menyusun tarian
’seperti itulah sayangku, wanitaku
merimbun dalam beriak yang tak henti’
keduanya membisu dalam tali-tali waktu
pendar angan dan ingin lalu lalang
bersama petang yang tinggal bayang
sore, 30Okt07
You must be logged in to post a comment.