ketika satu demi satu sajakku jadi
tetap terasa ada aroma hujan yang sepi
sajakku merindukan sajakmu
seperti rinduku merindukan rindumu
tak cuma sapa dan wajah
karena kata-kata yang pernah aku pinta
dan kau tuliskan dalam sajak indah
begitu ingin kubaca lagi
diam sajakah kata dalam hatimu
saat ada yang merindu
apakah tanpa getar dalam langkah
ketika huruf-hurufku meronta
mencoba telusuri lorong panjang di matamu
saat kuakhiri bait pada sajakku
tetap ada yang belum lengkap
sebelum kubaca kembali sajakmu
yang mampu membuatku lelap
sore, 29Nov07