mungkin ada yang tahu namamu
juga tuturmu yang gulirkan embun-embun
mungkin ada yang mengerti
dan juga tak mau mencoba memahami
tapi aku tak peduli
aku hanya kaki lembah yang menyembah
memuja suaramu yang lelehkan muramnya cahaya
bukan puisi yang menaklukkanmu
karena penyairnya telah bersimpuh di bening matamu
ketika senyummu mengalir
sunyi yang sertai langkahku segera mencair
wangi melati kuhirup saat telusuri rambutmu
menjauhkan ribuan tanya yang sering mampir
mungkin tak ada yang melihat langit di wajahmu
dengan awan di rimbun alis mata
yang membuatku kembali menggenggam masa lalu
: lebur padamu
pagi, 27Nov07
You must be logged in to post a comment.