natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Dec
31st

Senyum Itu

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

sambil perlahan berlalu
sempat kau jentikkan senyum
manis dan mengiris
senyum itu yang selalu membuatku lupa
ada kepahitan dari tirai kata-katamu
yang membungkam kata-kataku
hingga satu demi satu hurufnya membeku
irisan itu juga
yang menidurkan waspadaku
hingga anggap sajakmu
memang tak beda dengan sajakku
lambat langkah ini ditata
saat sirna rembulan yang kau panah
tak ada sesal apa yang terucap
biar dalam senyap terus merayap
siang, 31Des07

Dec
31st

Bicara

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

bicara dengan diri
hanya hasilkan jawaban sepi
tanya yang muncul berurutan
membentur dinding hati
mendung masih urung jadi gerimis
ketegaran dalam rinai air mata
dan keperihan semesta
menjadi doa yang lamat dirapal
terserak dalam serpih dari serpih
masa lalu terbenam di situ
disesap waktu
yogya, des 07

Dec
28th

Makan Malam

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

tak ada yang tergambar
dari ombak yang menyambar
kita menatap sisa malam
yang sebentar lagi tersebar
pasir di kakimu
desir di mataku
meremas rindu
siang,28Des07N

Dec
28th

Selesai

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

layar belum turun
telah usai semua pantun
kita tembangkan
masih ada satu lagi
kau ucap subuh tadi
telah kubaca
juga kusiapkan jawabnya
telah selesai
semua kata
bagi kita

siang,28Des07

Dec
28th

Di Bandara

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

tak ada matamu
di hujan sore
kabarmu saja menyapa
telah kau tunggu
dengan segelas rindu
siang,28Des07

Dec
24th

Di Bangku Sore

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

di bangku semen tua
sinar sore makin melata
membaca ujung jam
detak jantung menggiring hati
yang merajam
rambutmu telah dicat senja
memerah seperti rona wajah
bercahaya bagai kunang-kunang
dalam gelap yang pekat
di matamu tersaji tarian
puteri yang tertawan raksasa
cinta beriring bimbang
amarah bersanding rindu
hingga terbakar segala tanya
sambil meraup sisa senja
kau usapkan di wajahku
membasuh semua ragu
yang berdekapan denganmu
lama sekali
tanpa kata
siang, 24Des07

Dec
21st

Sisa Huruf

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

di terjal tebing itu
kusampirkan harapku
yang akan berkeping
bila kau berlalu
mungkin sajakku tak tegar
seperti camar di seberang
karena apa arti baris
dan bait di dalamnya
bila beku semua kata
di titian tangga batu
kuletakkan sisa hurufku
biar kau pungut nanti
sambil menyesap sepi
yang menemani seorang lelaki
sore, 21Des07

Dec
21st

Biarkan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

aku datang padamu
membawa luka lama dan baru
jangan letakkan iba
saat aku tiba
biarkan yang telah menguap
berganti embun pagi
bagi harap yang terus mengendap
ckg, 16Des07

Dec
13th

Belum Sempat Kubaca

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kau lihat tebing itu
sajakku berdenting
sebelum kularungkan di sungai
menjadi endapan lumpur beku
duduklah di sisiku
sebelum malam dengan bengis
merenggut senja yang makin tipis
kau lihat sisa memerah
mengintip dari pucuk lembah
ingatlah akan sajakku di situ
yang belum sempat kubaca untukmu
pagi,19Nov07

Dec
13th

Menjemput Sunyi

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

: michael ferdin
belum usai bait puisi ini kukemas rapi
bait lain kuterima saat lelah belum menepi
aku baru tiba di rumah dengan secangkir teh pahit
menanti di samping buku tua
aku lupa ada berapa baris di situ
kucerna tanpa bisa berkata
tentang kabarmu yang menjemput sunyi
dan memang itu kulihat esok pagi
dari matamu yang terpejam seperti lusuhnya malam
belum lupa cakap kita tentang [...]