sambil perlahan berlalu sempat kau jentikkan senyum manis dan mengiris senyum itu yang selalu membuatku lupa ada kepahitan dari tirai kata-katamu yang membungkam kata-kataku hingga satu demi satu hurufnya membeku irisan itu juga yang menidurkan waspadaku hingga anggap sajakmu memang tak beda dengan sajakku lambat langkah ini ditata saat sirna rembulan yang kau panah tak [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
bicara dengan diri hanya hasilkan jawaban sepi tanya yang muncul berurutan membentur dinding hati mendung masih urung jadi gerimis ketegaran dalam rinai air mata dan keperihan semesta menjadi doa yang lamat dirapal terserak dalam serpih dari serpih masa lalu terbenam di situ disesap waktu yogya, des 07
baca selengkapnya |
No Comments »
tak ada yang tergambar dari ombak yang menyambar kita menatap sisa malam yang sebentar lagi tersebar pasir di kakimu desir di mataku meremas rindu siang,28Des07N
baca selengkapnya |
No Comments »
layar belum turun telah usai semua pantun kita tembangkan masih ada satu lagi kau ucap subuh tadi telah kubaca juga kusiapkan jawabnya telah selesai semua kata bagi kita siang,28Des07
baca selengkapnya |
No Comments »
tak ada matamu di hujan sore kabarmu saja menyapa telah kau tunggu dengan segelas rindu siang,28Des07
baca selengkapnya |
No Comments »
di bangku semen tua sinar sore makin melata membaca ujung jam detak jantung menggiring hati yang merajam rambutmu telah dicat senja memerah seperti rona wajah bercahaya bagai kunang-kunang dalam gelap yang pekat di matamu tersaji tarian puteri yang tertawan raksasa cinta beriring bimbang amarah bersanding rindu hingga terbakar segala tanya sambil meraup sisa senja kau [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
di terjal tebing itu kusampirkan harapku yang akan berkeping bila kau berlalu mungkin sajakku tak tegar seperti camar di seberang karena apa arti baris dan bait di dalamnya bila beku semua kata di titian tangga batu kuletakkan sisa hurufku biar kau pungut nanti sambil menyesap sepi yang menemani seorang lelaki sore, 21Des07
baca selengkapnya |
No Comments »
aku datang padamu membawa luka lama dan baru jangan letakkan iba saat aku tiba biarkan yang telah menguap berganti embun pagi bagi harap yang terus mengendap ckg, 16Des07
baca selengkapnya |
No Comments »
kau lihat tebing itu sajakku berdenting sebelum kularungkan di sungai menjadi endapan lumpur beku duduklah di sisiku sebelum malam dengan bengis merenggut senja yang makin tipis kau lihat sisa memerah mengintip dari pucuk lembah ingatlah akan sajakku di situ yang belum sempat kubaca untukmu pagi,19Nov07
baca selengkapnya |
No Comments »
: michael ferdin belum usai bait puisi ini kukemas rapi bait lain kuterima saat lelah belum menepi aku baru tiba di rumah dengan secangkir teh pahit menanti di samping buku tua aku lupa ada berapa baris di situ kucerna tanpa bisa berkata tentang kabarmu yang menjemput sunyi dan memang itu kulihat esok pagi dari matamu [...]
baca selengkapnya |
No Comments »