sambil perlahan berlalu
sempat kau jentikkan senyum
manis dan mengiris
senyum itu yang selalu membuatku lupa
ada kepahitan dari tirai kata-katamu
yang membungkam kata-kataku
hingga satu demi satu hurufnya membeku
irisan itu juga
yang menidurkan waspadaku
hingga anggap sajakmu
memang tak beda dengan sajakku
lambat langkah ini ditata
saat sirna rembulan yang kau panah
tak ada sesal apa yang terucap
biar dalam senyap terus merayap
siang, 31Des07
You must be logged in to post a comment.