Karya sastra Indonesia modern, bila dikaitkan dengan dunia politik dan kekuasaan, cenderung mengarah pada perlawanan. Resistensi pada kekuasaan menjadi wacana dari waktu ke waktu. Sementara fungsi media massa sebagai kontrol sosial dan politik jadi melemah karena ditempel secara ketat oleh penguasa. Pada kondisi inilah sastra yang bernaung di bawah konvensi fiksi menemukan dunianya dalam membangun [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
seperti kenangan kata juga punya jejak rahasia tanganku menuliskannya sambil mengenang waktu yang lewat dan luka yang terus terawat telah kau baca puisi-puisiku dengan tanya yang kadang menjelma dalam kata tak percaya kenapa rimbunan cinta tetap ada meski jelas akan semburkan luka telah kau baca semuanya cerita perjalanan sebelum kita bersama tentang suka cita yang [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sabtu, 19 januari 2008 | 01:36 WIB JAKARTA, KOMPAS – Tiga penulis terbaik di bidang sastra, Gus tf Sakai, Acep Zamzam Noer, dan Farida Susanty, Jumat (18/1) malam di Atrium Plaza Senayan, Jakarta, dinyatakan sebagai pemenang dan meraih Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2007-2008 masing-masing untuk kategori prosa, puisi, dan penulis muda berbakat. â€Sudah tujuh tahun Khatulistiwa [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
berlembar pagi telah mengering tak ada lagi puisi tercipta di situ dalam senja atau pagi yang makin membisu tahunan peristiwa seribu cerita perlahan sirna tanpa bisa dimengerti kenapa dan apa sebabnya bahkan tak bisa diberi nama dari jendela waktu terpampang sepi dan ketakutan yang gigilkan hati sembari menata dan menatapnya kudapati kenangan yang terlentang di [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
OASE BUDAYA Berakar dari puisi, musikalisasi puisi tak seharusnya dijadikan pembanding bagi karya itu sendiri. Dua-duanya, dibaca maupun dilagukan dengan gubahan, sama-sama sulit. Terutama jika dibawakan dengan tujuan supaya bisa lebih menyentuh khalayak luas. Sulit karena menggubah sebuah puisi tidak sama dengan membuat lirik dalam musik konvensional. Tidak sesederhana menyesuaikan lirik dengan notasi yang sudah [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
OASE BUDAYA Puisi bukan hanya barisan kata yang diciptakan tanpa makna. Barisan kata yang tertulis merupakan wujud eksistensi dari sebuah peradaban kebudayaan. Karena itu, sebuah puisi tidak hanya menggelayutkan imajinasi yang tertata. Tapi puisi juga melibatkan emosi dalam menafsirkan sebuah proses perenungan. Namun puisi masih dianggap terlalu mengawang-awang sehingga tidak banyak pihak yang mau terlibat [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
lebih sepuluh tahun telah terbang ada yang tertanam jadi prasasti hingga dalam pigura di dinding dan pasti yang terekat dalam sekat aku tak ingat kapan musim berubah semestinya hujan menghijaukan sawah jalanan di kampung lebih adem bunga makin merekah senyumnya namun sepi padang senja tiba-tiba datang wajah meredup jelang petang tanpa sapa yang lebih sering [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Meraba-raba Penyair Jatim Terkini Dasawarsa terakhir, peta sastra di Jawa Timur menunjukkan dinamika dan perkembangan signifikan. Bahkan boleh dikata perkembangan sastra di Jatim telah bereklarasi demikian cepatnya. Sesudah era Afrizalian dan pasca maraknya sajak-sajak sosial akibat eforia reformasi, sejak awal 2000 hingga kini jagad perpuisian di Jawa Timur menunjukkan heterogenitas dalam style maupun tema. Hal [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
sambil mengakui memang sia-sia melenyapkan bau mawar di ikal rambutmu kucoba melukis cerita kita lewat jemari renta yang selalu berkobar memerahkan udara dengan kata yang membakar jejak kita masih tampak pada jalan setapak tercetak jelas semua keluh dan lenguh kucatat semua yang lewat ranting yang kehilangan daunnya buku yang tinggal judul tanpa sampul kenangan yang [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
dalam angin malam aku kenali gelisahku seperti kau raba sukamu dari buluh-buluh bambu sambil sama-sama kita tahu selalu ada rindu di ujung situ setiap kali aku melihatmu rasanya seperti baru pertama kali biar dengan sinar yang beda dan sudutnya lain tapi tetap saja mempesonaku seperti saat di tepi senja kita pertama bertemu telah kita telusuri [...]
baca selengkapnya |
No Comments »