berlembar pagi telah mengering
tak ada lagi puisi tercipta di situ
dalam senja atau pagi yang makin membisu
tahunan peristiwa seribu cerita
perlahan sirna tanpa bisa dimengerti
kenapa dan apa sebabnya
bahkan tak bisa diberi nama
dari jendela waktu terpampang sepi
dan ketakutan yang gigilkan hati
sembari menata dan menatapnya
kudapati kenangan yang terlentang
di telaga yang tergenang
sore, 28 januari08