natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Feb
29th

“Metafora Birahi Laut” Diluncurkan

tertoreh sebagai Berita, JejakMedia, PUISI | Leave a Comment

KOMPAS, RABU–Penyair Dino Umahuk, Rabu (27/2) malam di Warung Wapres Bulungan, Jakarta Selatan, meluncurkan buku kumpulan puisinya berjudul Metafora Birahi Laut. Para seniman dan penyair menyambut gembira peluncuran buku ini, yang akan turut menyemarakkan perkembangan sastra di Tanah Air. Bersamaan dengan peluncuran buku juga digelar diskusi dengan pembicara Kurnia Effendi, pembacaan puisi dan melukis oleh [...]

Feb
28th

Kurnia Effendi : Laut dalam Birahi Religius Dino

tertoreh sebagai Naskah, PUISI | Leave a Comment

Laut dalam Birahi Religius Dino Oleh: Kurnia Effendi ”Puisi adalah binatang yang tercekik dalam mulut botol. Orang membaca dan menulis puisi untuk memecahkan botol itu. Kadang binatangnya ikut mati.” -Afrizal Malna- Kalimat di atas saya peroleh melalui SMS kiriman Pakcik Ahmad. Saya tak tahu persis, apakah benar itu pendapat Afrizal Malna, tetapi sebaiknya saya percaya, [...]

Feb
27th

Pertanyaan

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

pertanyaan demi pertanyaan yang menusuk rusuk kini coba kau lupakan dengan tikamkan senyuman bagaimana bisa ada jawaban bila tak pernah kau cerna pertanyaan dalam pertanyaan ada tanda baca entah titik, tanda seru atau tanda tanya di situ kata akan punya nyawa juga dengan harga yang berbeda pernahkah kau, juga aku, membaca tanda apa yang telah [...]

Feb
26th

Tersesat dalam Senin

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

seperti pagi yang kemarin ada harap yang mengetuk membangunkan mimpi yang belum sempat rapi aku tak perlu membaca isyarat semua telah tergurat tanpa perlu ada lukisan atau ribuan kata dalam surat kudekap pedih dalam perih dengan bisik lirih tanpa sempat menyapa pagi yang makin sepi dalam kelokan senin dan rimbunnya pekat aku makin tersesat siang, [...]

Feb
25th

Buku

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

buku yang dulu seperti milik lainnya tergeletak di depan pintu membuat pagi terasa beku tak ada embun di sampulnya gambar telah memudar seiring waktu yang melata dengan huruf hampir tak terbaca seperti foto tanpa warna buku itu bukan milik kita lagi meski masih bisa terbeli tapi sunyi demi sunyi tetap tak akan pergi pagi, 25feb08

Feb
21st

Tambahan Info Peluncuran Buku Dino

tertoreh sebagai Berita, PUISI | Leave a Comment

Salam sastra, Menjelang acara peluncuran buku puisi Dino F.Umahuk yang tinggal beberapa hari lagi, saya ingin sampaikan tambahan informasi berkaitan dengan acara itu. Beberapa pengisi acara bertambah untuk bersama teman-teman pecinta sastra menikmati puisi-puisi Dino, semisal kang Ikranegara yang ada di Indonesia (baru shooting film bersama Garin Nugroho), Sihar Ramses Simatupang dan Rahmat Senjaya (penyair [...]

Feb
21st

Mengakrabkan Puisi Melalui Telinga

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

OASE BUDAYA Puisi bukan hanya barisan kata yang diciptakan tanpa makna. Barisan kata yang tertulis merupakan wujud eksistensi dari sebuah peradaban kebudayaan. Karena itu, sebuah puisi tidak hanya menggelayutkan imajinasi yang tertata. Tapi puisi juga melibatkan emosi dalam menafsirkan sebuah proses perenungan. Namun puisi masih dianggap terlalu mengawang-awang sehingga tidak banyak pihak yang mau terlibat [...]

Feb
21st

Lorong

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

di selembar malam lorong-lorong tenggelam lampu neon memucat dalam jubah dokter doa dirapalkan dalam bisik dengan terawang usai petang sambil membalik lembar masa lalu tentang tawa yang terus bertalu telah senyap kata di siang itu dalam pahit kelu siang, 21feb08

Feb
19th

Di Tepi Jimbaran

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

nyanyi dari pantai membungkus bait puisi yang kita lantunkan lamat dari genggaman sunyi darahku berdesir pada betis indahmu ketika senja mulai minggir serpihan mimpi yang sering kita singgahi telah terbujur di sini lidahnya menjilati rintik kasih dan dalam bisik lirih terkenang aku akan kisah itu yang tak pernah terlepas biar waktu terus bergegas malam, 19feb08

Feb
19th

Yang Kau Kira

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

yang kau kira sebagai temaramku dedaunan menaungi dari siang buatku tak lebih dari ragumu rintik-rintiknya kutadah di tangan membuatku makin tahu di celah ragu tersimpan rindu itu patahan gerimis ragu tetap kusimpan di saku sambil mulai kurajut terus pertanda-pertanda baru dan memahami kenapa ada ragu kutulis bait-bait ini sambil terus merenungi perjalanan yang merentang dan [...]