natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
May
29th

Puisi yang Dinanti

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ada yang tak bisa dipahami
puisi terbenam dalam peristiwa
yang membuat bisu semua kata
hingga kau sodorkan kepingan ragu
dalam ujar akan rasa yang berubah
mengertikah kau akan makna itu
saat tontonan kelaparan membuat kita kenyang
rakyat disuapi dengan uang
mahasiswa dibujuk dengan harapan
yang cuma ada di awang-awang
aku mencoba membuat puisi untukmu
tapi yang kuingat air mata nelayan
yang tak bisa melaut ketika solar mengganas
di [...]

May
29th

Belajar Puisi dari Penyair Psikotik

tertoreh sebagai Naskah, PUISI | Leave a Comment

– K.Y. Karnanta*)
SALAH satu konsekuensi menggeliatnya ranah sastra Indonesia dewasa ini adalah banyaknya workshop penulisan yang diselenggarakan institusi pendidikan maupun di komunitas-komunitas kesenian. Dengan mendatangkan sejumlah pengarang ternama, workshop tersebut berangkat dari nada dasar seragam, yakni: kampanye mengarang adalah kegiatan yang perlu dilakukan dan dikembangkan. Sayangnya, alih-alih memberikan suatu paparan konstruktif tentang dunia penulisan, workshop [...]

May
29th

Tentang Penyair

tertoreh sebagai Naskah, PUISI | Leave a Comment

– Alex R Nainggolan*
Seorang penyair merupakan orang yang tak mau diganggu. Namun sebenarnya ia suka juga,mungkin secara sembunyi-sembunyi, sekadar nguping pendapat pembaca, demikian penuturan Sapardi Djoko Damono dalam pengantar kumpulan puisinya, Hujan Bulan Juni.
Sebab, lanjutnya, seorang penyair belajar dari banyak pihak maupun hal-ihwal kehidupan: keluarga, penyair lain, kritikus,pembaca, teman-teman, masyarakat luas, media massa,dsb. Hal itu [...]

May
28th

Kemarau

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

sementara kemarau menyapa puisi
sungai di hati terus mengalir
pada rasa yang memberi
pada harap yang tak henti
sambil menanti gerimis pada kata
agar bisa memberi kembali
sejumput puisi padamu
renungkan lagi tentang cinta
yang terus mengembun di mata
sementara kurekatkan kata pada daun
biar bisa tumbuh menjadi tunas
dan merimbun menjadi payung
bagimu saat berteduh dari panas
rekatkan juga ragu di hatimu
biar kembali seperti dulu yang utuh
sejenak [...]

May
27th

Sastra Reboan Kembali Menggeliat

tertoreh sebagai Berita, Sastra - Budaya | Leave a Comment

Sammy dan Sasha dari AFI Junior akan membawakan lagu yang liriknya ditulis oleh Slamet Widodo untuk meramaikan Sastra Rabuan PaSaR Malam nanti pada Rabu, 28 Mei 2008. Selain itu, Anak Angin yang merupakan proyek dari Remmy Soetansyah, yang melibatkan Yockie Suryoprayogo, musisi kondang dari mulai era God Bless, Gong 2000 sampai Kantata Takwa.
Selain itu ada [...]

May
27th

Pantun dan Pencerahan Budaya Melayu

tertoreh sebagai Naskah, Sastra - Budaya | Leave a Comment

WACANA
Leon Agusta
Penyair dan pengamat sastra
Inilah kami. Kami ada dan mengada di Negeri Pantun, Kota Gurindam. Di negeri kami telah lahir Raja Ali Haji, pendekar gurindam yang melegenda. Juga, Raja Mantara, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri. Suaranya serak nyaring menggelegar di panggung-panggung para penyair dunia dan nusantara.
Kami juga punya Raja Pantun, Tengku Nasyaruddin S Effendy, [...]

May
27th

Pemartabatan Sastra dan Ironi Hadiah Mastera

tertoreh sebagai Naskah, Sastra - Budaya | 1 Comment

Wowok Hesti Prabowo
Alumnus Progam Penulisan Mastera
Dalam seminar Mabbim (Majelis Bahasa Brunei Indonesia dan Malaysia) dan Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) di Jakarta, 7-8 April 2008, diberikan penghargaan kepada dua ‘penulis muda’ Indonesia. Yang pertama, Penghargaan Pusat Bahasa diberikan kepada Habiburrahman El-Shirazy, dan yang kedua Penghargaan Mastera diberikan kepada Ayu Utami.
Penghargaan yang diberikan kepada Ayu Utami [...]

May
23rd

Pulang

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

pengembaraan ini melelahkan, bunda
meski tak jauh dari rumah
hanya terpisah laut yang tak ada di sana
tapi perjalanan dari hari ke hari
tetaplah tak ringan
kutempuh gamang pada nasib
yang tak bisa kukisahkan padamu
kutulis saja pada lembaran buku
yang kau berikan padaku
ketika kaki melangkah dari rumah
selalu aku ingat padamu
saat senja tiba di tepian pantai
yang cuma jadi saksi saat dengan gontai
kupahat ngilu [...]

May
23rd

Lakon 04

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kupetik bulan dalam puisi
namun telah kering saat tergenggam
pucuknya gugur seperti pohon kapuk
sepi makin terkoyak
dalam pedih yang tak henti
tapi aku cuma tersenyum
bukan semata ada tawamu
yang terus mekar bagai buah ranum
tapi karena hidup adalah memberi mimpi
bagi mereka yang kalah oleh nasib
kupetik sisa pedih dalam puisi
kubiarkan gerimis menyirami
siapa tahu akan mekar di bulan juni
seperti kelopak bunga yang kupetik
dan [...]

May
22nd

Lakon 03

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kata-kata menjadi api
sebelum sempat terangkai puisi
menjilati bait yang belum selesai
tinggalkan sehat yang berhari
di ujung malam baru separuh saja
puisi yang mempunyai kepala
dengan dada dan lengan
kakinya belum kokoh
saat api menjulurkan lidahnya
lalu api itu padam seiring pagi
dengan bait yang membeku
tersimpan di saku celana
menanti hadirnya hangat
yang masih tertinggal di lorong sunyi
pagi, 22mei08