ada yang tak bisa dipahami
puisi terbenam dalam peristiwa
yang membuat bisu semua kata
hingga kau sodorkan kepingan ragu
dalam ujar akan rasa yang berubah
mengertikah kau akan makna itu
saat tontonan kelaparan membuat kita kenyang
rakyat disuapi dengan uang
mahasiswa dibujuk dengan harapan
yang cuma ada di awang-awang
aku mencoba membuat puisi untukmu
tapi yang kuingat air mata nelayan
yang tak bisa melaut ketika solar mengganas
di tengah alunan ombak yang tak henti bersajak
mulut mereka terkatup tak berteriak
lalu kutemukan butiran kata
di jalanan yang masih penuh batu
usai mahasiwa berdemo dan polisi menunggu
tapi kembali aku tergugu
puisi tak juga utuh untukmu
maafkan aku bila kau menanti
untuk puisi yang belum juga kuberi
siang, 29mei08
You must be logged in to post a comment.