sebenarnya bukan tiba-tiba
saat membaca kecemasan merayap
begitu pekat, begitu pengap
dan sedetik tersadar :
tanganku bosan melambai
pada kehampaan yang sama
kecemasan yang berulang
yang bukan semata bayang
geraknya telah menjadi santapan
setiap hari lewat sayap-sayap waktu
‘tak bisa terus menjadi gagu’, bisikku
sambil mengibaskan tangan
di tengah puisi yang bertebaran
dan jarum waktu menisik ragu
siang, 18juni08
You must be logged in to post a comment.