seperti perjalanan sebelumnya
ketika kaki terantuk di bebatuan
dan harapan tersangkut di pepohonan
selalu kuingat saat menelusuri pijar di matamu
bercakap sejenak saat itu, lalu mereguk harap
tak seperti kisah masa lalu
tentang hangat yang tiba sekejap untuk lenyap
tak pernah aku bayangkan
ada tatapan mata yang mampu membuatku tersedak
kadang menjelma pedang menusukku
hingga mimpi beriring sepi
kecuali darimu, entah darimana cerita ini ada
di sebuah tikungan waktu
ada diam saja dalam bisu
saat kata-kata bertemu dengan alismu
yang sedikit basah oleh gerimis
seperti perjalanan lalu juga
aku bertamu dalam wangi rambutmu
menukar lelah dengan pasrah
seiring waktu yang terus melata
sore, 24juni 08