seperti garam yang ditaburkan dalam nganga kangen yang kau diamkan pagi,31juli08
seperti garam yang ditaburkan dalam nganga kangen yang kau diamkan pagi,31juli08
di rindu yang sama kukecup waktu kita yang melata di sepanjang tikungan senja atau trotoar tempat kita memagut malam aku ingin mengajakmu mencumbu itu tapi kau lebih suka pada ragu yang terbaca dari tawa pagi dan kadang pada bisikan malam maka aku sendiri kembali bersama sepi yang dulu sempat pergi Pagi,31juli08
ada kedipan tanya pagi ini yang lebih dari kemarin usai malam dilewati dengan perih yang hadir dari sudut sunyi apakah sengaja kau hadirkan lembaran bisikan lirih dari kelopak waktu yang merekah dengan putik gundahnya? hingga akan kulihat tatapanmu pada buliran luka tanpa airmata di setiap kata atau bait yang melilit pahit demi pahit akankah kuhadirkan [...]
setiap pagi mereka menggenggam harapan dengan sisa lelah kemarin usai menempuh perjalanan atau pertengkaran dengan isteri yang tak henti mengolah angka dari belanja yang tak seberapa setiap pagi aku juga mengolah kata-kata yang hadir dari wajahmu di tengah asap rokok yang berlari di jendela bis dan merah mata setiap pagi tak pernah jeda kau menjelma [...]
ada angin dan kapuk gugur kata-kata diam terpekur tak tahu seperti apa esok cerita apa yang akan terbentuk bila ketakutan menjelma nyata maka hari-hari akan rubuh tanpa sempat teteskan air mata pagi, 28juli08
seperti kali tanpa dasar penantian ini sarat getar kau tak akan mengerti ada perih dalam rintih pagi,28juli08
aku dapat senandungkan lagu atau mengutip bait-bait sajak untuk membuatmu tertawa tapi ada yang lebih dari itu : getar yang membuat gemetar karena cinta tak pernah pudar aku dapat menyusun kata dalam sajak untukmu agar kau terlihat bahagia tapi ada yang kau tak tahu : dalam sajakku ada perih yang kubungkus dengan harap pagi, 22juli08
seperti ini saja cerita kita; akhirnya sajak juga mengakhiri semuanya kemarin dan kemarin yang dapat menjadi cerita telah tertelan kabut perbedaan antara kita sementara waktu makin menggiring diri menghampiri sepi demi sepi bila kau amati sajak ini pasti berbeda dengan yang dulu kutulis di sini tinggal duka yang memaksa semua kata untuk bicara tentang kisah [...]
bukan cuma dirimu yang sibuk menata hati dari irisan kata mengeja arti dari sebuah puisi atau sekedar berkaca pada hari tapi aku tak bisa seperti dirimu karena aku tak pernah tahu berapa perih yang masih tersisa atau masihkah ada air mata aku tak punya kesibukan itu karena sunyi ini saja menyeretku dalam bisu siang,17juli08
Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSaR Malam) kembali mengundang Anda untuk hadir dalam Sastra Rabuan (Reboan). Reboan kali ini mengusung tema “Kenangan.” Hal ini tidak lain karena ternyata di bulan Juli ini, ada banyak sekali peristiwa yang mengingatkan dan menggugah beberapa perasaan dalam diri kita. Hari Anak tanggal 23 Juli nanti misalnya, bisa saja mengingatkan kita [...]