jaring kepedihan kau lempar
di jejak siang
dengan catatan akan waktu
yang membisu
hingga sapa tak terdengar
pagi, 04juli08
“MEMBACA puisi berarti bergulat terus-untuk merebut makna sajak yang disajikan oleh penyair. Sajak yang baik merupakan bangunan bahasa yang menyeluruh dan otonom, hasil ciptaan seorang manusia dengan segala pengalaman dan suka-dukanya; oleh karena itu sajak memerlukan dan berhak untuk dicurahi daya upaya yang total pula dari pihak pembaca yang bertanggungjawab sebagai pemberi makna pada sajak itu.
* A Teeuw, dalam alinea pertama pengantar buku Tergantung pada Kata, Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, 1980 (cetakan pertama).”
sejauh ini belum ada rencana acara dalam perjalanan jejak kaki ini
gubuk sederhana ini lebih nikmat dikunjungi bila menggunakan browser Mozilla Firefox dengan resolusi berkedalaman 1024 x 768 pixels.
Semoga berkenan di hati dan sejuk di mata.
www.flickr.com
|
Copyright © 2008 Jejak Kaki Dalam Kata
: Re-Designed by dYo
You must be logged in to post a comment.