setiap pagi mereka menggenggam harapan
dengan sisa lelah kemarin
usai menempuh perjalanan
atau pertengkaran dengan isteri
yang tak henti mengolah angka
dari belanja yang tak seberapa
setiap pagi aku juga mengolah
kata-kata yang hadir dari wajahmu
di tengah asap rokok yang berlari
di jendela bis dan merah mata
setiap pagi tak pernah jeda
kau menjelma huruf yang terus meletup
kadang berbisik selirih angin
dalam setiap puisi-puisiku
yang tak pernah berhasil menepikanmu
pagi, 29juli08