suara yang kubiarkan menyusup
di pori-pori pagi
dengan desah yang pasti tak sengaja kau buat
adalah embun yang luput dari matahari
setiap hari kuhadapi pertarungan
bukan untuk meraup menang atau kalah
tapi untuk mengolah kehidupan
kalau saja kau tahu
suaramu bagai simfoni dengan harpa
yang membuatku makin tahu
bahwa lelah dan kalah
bisa menjadi teman jiwa yang dahaga
pagi, 22agustus08
You must be logged in to post a comment.