berpuluh rokok yang menyengat
dan wanita yang berkeringat
adalah sekedar saja
menemani kaki yang terasa majin rentah
hari-hari makin tampak compang-camping
kepalsuan jadi tetesan anggur
lebih dari segelas bir
sedang mata makin letih
menghitung berapa banyak yang tersisa
tawa yang masih ada
dalam kepalsuan dan kelelahan
begitu ringkih kita
seperti cerutu mencumbu api
saat berhadapan dengan waktu
jadi tak berdaya
priok, 29agustus08