terlalu dini buatku
kau isyaratkan pergi
bersama puisi
menyelusup di antara perih
yang perlahan kunikmati
dan pagi mengabarkan kembali
air mata ini tak ada lagi
usai embun merampasnya
hingga kering pelupuk mata
dan kemarau menjajah jiwa
limbung detik demi detik
melipat semua harap
dalam senyap demi senyap
tanpa kata
pagi,23sept08