Dari Sastra Reboan#8 RENDRA : TAK CUKUP HANYA PEDULI TAPI HARUS TERLIBAT Semua kreativitas seni, tidak hanya puisi, menurut Suluk Demak harus muncul dari ‘kahanan’. Kreator harus selalu berada dalam keadaan, tidak berada dalam khayalan, tidak dalam teori tapi masuk dalam kahanan itu dengan modal kepedulian. Dengan demikian dia akan mendapatkan pergaulan kharismatik, masuk dalam [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
MARIA HARTININGSIH ”… thus I no longer hesitate to say: / ’the I and the other / are me…” Satu frasa dalam karya Adonis, ”A Desire Moving Through the Maps of the Material” (1986-1987), sudah cukup mengungkapkan pendirian penyair dan esais terkemuka dunia asal Suriah itu tentang ”liyan” (the other) dan ”yang diliyankan”. Bagi Adonis [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
mungkin semburat gempa akan membuat ranting hatimu bergetar dan daun perlahan melata untuk tahu selalu ada rindu yang sulit terkata dalam sebuah puisi di jalanan macet ada mata melata usai senja melengos dari sapa sore dengan gelengan kepala tak percaya akan sungguh yang nyata atau saat kaki waktu bertanya seberapa kelu mengiris detak dalam detik [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
memahami mendung menyimak gelisah ada keruh di mata ada luruh dalam kata hingga ada tanya apakah ini tergesa bila menyodorkan segelas rindu padamu apakah aku yang terbiasa menenggak keruh saat senyap inginkan alunan seruling yang mengelus cemara sedang bagimu cukup satu dua saja untuk pahatan kata dalam bola-bola gerimis memahami tamparan malam dan bulan menitipkan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sastra Reboan #7 di Wapres Entah sudah berapa ribu atau ratusan ribu kali puisi ‘Aku’-nya Chairil Anwar dibacakan di panggung, sekolah atau pesantren, bahkan menjadi materi iklan rokok di televisi. Tapi saat di acara Sastra Reboan #7, yang seperti biasa berlangsung di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta 29/10 ketika seorang lelaki berkulit putih menyebut akan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
dari rumah anakku berbenah menuju pameran di sudut jakarta banyak wajah sama di sana hitam dan putih menanti giliran masuk ruang megah tapi di tengah lukisan dan gerak dengan nama-nama asing dan anak-anak muda memuja semua yang bukan indonesia aku menjadi orang asing di sini tak ada tombak atau keris yang tinggal jadi pelajaran sebaris [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Senin, 3 November 2008 | 20:38 WIB JAKARTA, SENIN–Rumah Dunia akan menggelar hajatan “Ode Kampung #3” (OK 3) pada 5 – 7 Desember 2008! Pada OK 3 ini tujuannya mempererat semangat antar relawan komunitas literasi se-Nusantara. “Tema besarnya, dukung gerakan literasi lokal!” Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia sekaligus Ketua Pelaksa OK3 menjelaskan. Literasi Lokal Hal [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
kau bertanya saat muram merayap diam di wajahku saat sore lama perginya tebakmu, pastilah ada puisi mengganggu hingga aku ingin segera berganti malam tidak, dik, penyair ini bukan bertengkar dengan abjad atau kata bukan pula karena sedih ditinggalkan teman yang sedang menyemburkan sisa kawah penyair tidak akan mati oleh perih karena itu adalah karibnya berpuisi [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
kesedihan tumbuh di mataku meski tak kau lihat dari situ ada kata merayap dalam senyap tapi yang kau dengar hanya derap gelisah yang kubiarkan diam berhari-hari tanpa sempat kusebut di matamu rindu itu mengerjap yang tak pernah terkata dalam ucap ranting-ranting gemertak saat terinjak kaki yang resah siang, 31 10 08
baca selengkapnya |
No Comments »
Berikut ini adalah daftar judul yang lolos seleksi Tahap 2 (SHORTLIST) Khatulistiwa Literary Award 2008 (disusun secar acak sehingga tak mencerminkan peringkat): PROSA Hubbu Mashuri Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2007 Rahasia Meede E. S. Ito Hikmah, Oktober 2007 Bilangan Fu Ayu Utami Kepustakaan Populer Gramedia, Juni 2008 Kacapiring Danarto Banana, Juni 2008 Glonggong Junaedi Setiyono [...]
baca selengkapnya |
No Comments »